ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Ekbis

Sabtu, 14 Desember 2019 - 21:09 WIB

Pemerintah Diminta Percepat Pengembangan Kawasan Halal

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi kawasan industri halal. Foto-Istimewa

Ilustrasi kawasan industri halal. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian diminta agar dapat mempercepat pengembangan kawasan industri halal untuk melesatkan potensi sektor tersebut di Republik Indonesia, yang merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

“Indonesia ini merupakan potensi pasar terbesar Industri Halal di dunia, jangan sampai kita bangsa Indonesia hanya sebagai objek atau konsumen saja, tapi kita harus jadi subjek atau produsen produk halal,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Chairul Anwar dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/12).

Politisi PKS itu memaparkan, sejumlah Anggota Komisi VI DPR telah melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Modern Cikande Provinsi Banten, yang di dalamnya terdapat sekitar 500 hektare sebagai Kawasan Industri Halal atau Modern Halal Valley.

Ia mengungkapkan bahwa dalam rencana pembangunan kawasan industri halal yang dipaparkan Kementerian Perindustrian ada sekitar empat kawasan yang direncanakan akan dibangun, tapi sampai saat ini baru satu kawasan yang berjalan.

Padahal, ujar dia, bila ditinjau dari segi sumberdaya, Indonesia mempunyai sumberdaya yang cukup besar baik sumber daya manusia dan sumberdaya alam terkait industri halal ini.

Baca juga :  Pasar Domestik Masih Menarik, IHSG Bergerak Menguat

“Alasan penting lainnya adalah berlakunya amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) bahwa pemberlakuan sertifikasi produk halal akan wajib dilaksanakan pada 17 Oktober 2019 yang lalu, oleh karena itu pemerintah harus mepercepat pengembangan kawasan Industri Halal di Indonesia,” katanya.

Chairul menjelaskan, jika dilihat dari potensi yang dimiliki Indonesia sudah seharusnya tidak terlalu susah untuk mendatangkan investor untuk mengembangkan Kawasan Industri Halal. Oleh karena itu pemerintah harus mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung pengembangan Kawasan Industri Halal.

Ia juga mengutarakan keinginannya agar ke depannya, Indonesia harus menjadi pusat industri halal di dunia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa Indonesia diharapkan mampu mengembangkan dan memperluas industri produk halal, yang pada akhirnya bisa diekspor untuk memenuhi kebutuhan dunia.

Ma’ruf mengatakan bahwa, potensi produk halal di pasar dunia sangat besar dan bukan hanya terbatas pada produk makanan minuman saja, akan tetapi juga termasuk jasa pariwisata, fesyen muslim, media dan hiburan muslim, termasuk kosmetik dan obat-obatan.

Baca juga :  Kesepakatan Paket Stimulus AS Tercapai, Rupiah Ikut Menguat

“Kita tidak ingin hanya sebagai konsumen, apalagi hanya sebagai tukang stempel halal bagi produk dunia yang masuk ke Indonesia,” kata Ma’ruf, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (27/11).

Wapres menjelaskan, pasar halal dunia memiliki potensi yang sangat besar. Tercatat, pada 2017 produk halal dunia mencapai 2,1 triliun dolar AS, dan diperkirakan akan terus berkembang menjadi tiga triliun dolar AS pada 2023.

Ma’ruf menginginkan Indonesia bisa meningkatkan potensi ekspor produk halal, yang saat ini baru berkisar pada angka 3,8 persen, dari total pasar halal dunia. Sementara untuk pasar dalam negeri, pada 2018 Indonesia telah membelanjakan 214 miliar dolar AS untuk produk halal.

Berdasarkan laporan dari Global Islamic Economic Report pada 2019, Brazil merupakan eksportir produk halal nomor satu dunia, dengan nilai mencapai 5,5 miliar dolar AS, diikuti oleh Australia dengan nilai 2,4 miliar dolar AS.

Baca Juga: Erick Sebut dari 142 BUMN, Hanya 15 yang Berkontribusi Besar

Baca Juga: Dibayangi Kesepakatan Perdagangan AS-China, Harga Emas Tergelincir

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

BI Kalsel Buka Kas Keliling, Cek Jadwal dan Lokasinya
Awal Pekan, Rupiah Melemah Sering Penyebaran Virus Corona

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Melemah Sering Penyebaran Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Tak Cuma Riau, Kaltim Juga Jadi Lokasi Pengembangan Kurma
apahabar.com

Ekbis

Pemko Banjarmasin Optimistis 50 Persen Pelaku UMKM Terdigitalisasi 2024 Mendatang
apahabar.com

Ekbis

Toraja Utara Siapkan 387 Objek Wisata Baru
apahabar.com

Ekbis

Pengamat Nilai Penyebab Teknis Kecelakaan JT 610 Paling Rumit
apahabar.com

Ekbis

‘Sempat Teraniaya’, Rupiah Bangkit di Awal 2019
apahabar.com

Ekbis

Bos Inalum: Tak Perlu Khawatir Larangan Ekspor Nikel!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com