Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Pemerintah Targetkan 126 Juta Hektar Lahan di Kaltim Dilindungi

- Apahabar.com     Selasa, 10 Desember 2019 - 10:23 WITA

Pemerintah Targetkan 126 Juta Hektar Lahan di Kaltim Dilindungi

Ilustrasi lahan di Kaltim. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menargetkan seluas 126 juta hektare lahan di Benua Etam masuk dalam katagori dilindungi.

Dengan demikian, program itu bakal menyukseskan kegiatan FPIC/Program Kampung Iklim+ (Proklim+).

Program itu dalam rangka Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) tingkat Kabupaten di Kaltim.

Sebagai upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), di mana program nasional ini didanai World Bank yang didukung Kementerian KLHK.

Target lahan dilindungi itu disampaikan oleh Kabid Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Kaltim Henny Herdiyanto saat membuka pelatihan untuk pelatih kelapa sawit berkelanjutan atau sustainable palm oil/SPO bagi petani di Kaltim.

Henny mengatakan target tersebut diyakini bisa tercapai. Bahkan, saat ini khusus sektor perkebunan telah melakukan berbagai komunikasi dan koordinasi terkait target yang diinginkan tersebut.

“Prinsipnya Disbun optimistis dengan target angka tersebut. Karena itu, saat ini kami telah melakukan berbagai koordinasi di kabupaten dan kota di Kaltim. Salah satunya pembahasan perlindungan area,” kata Henny Herdiyanto, dilansir dari laman resmi Humas Pemprov Kaltim.

Bagi Henny, mengetahui area lahan yang akan dilindungi, maka di situ dapat diketahui jumlah lahan yang akan dikonversi dari target-target area penutupan lahan yang masih memiliki ekosistem hutan yang baik di area perkebunan.

Diperlukan kebijakan-kebijakan pemerintah kabupaten dan kota dalam mendukung perlindungan kawasan hutan yang dinilai memiliki carbon tinggi pada area budidaya perkebunan.

“Setelah adanya kebijakan. Maka, penerapan di lapangan harus nyata. Karena itu, kami yakin target luasan tersebut bisa terpenuhi. Asal mendapat dukungan pemerintah kabupaten dan kota,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kaltim yakin Program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) mendukung kesejahteraan rakyat.

Karenanya masyarakat diminta mengelola lahan dengan baik secara mandiri.

Nilai tambahnya, bagi desa atau kelompok tani yang memanfaatkan penurunan carbon tersebut mendapat dukungan keuangan dari bank dunia.

“Dukungan keuangan itu langsung diterima pemerintah desa atau kelompok petani sebagai kompensasi dari bank dunia atas penurunan emisi carbon,” jelasnya.

Baca Juga: Lompat ke Sungai Karang Mumus, Pelajar Tenggelam dan Menghilang

Baca Juga: Jokowi Segera Resmikan Tol Pertama di Kalimantan

Baca Juga: Wisata di Ibu Kota Negara, Gubernur: Orang Kaltim Harus Senang Dulu

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PPKM Darurat

Kaltim

PPKM Darurat Balikpapan Terpaksa Tunda PTM
Laka Maut di Balikpapan

Kaltim

Truk ‘Laka Maut di Balikpapan’ Langgar Jam Operasional, Sopir Beralasan Telat Bangun Tidur
Ilustrasi, Banjir di Berau, Kaltim. Foto-Net

Kaltim

Banjir di Berau, Lima Desa Masih Terendam
apahabar.com

Kaltim

Pacu Investasi, Kaltim Bawa Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Jepang
Salah satu titik banjir di kota Balikpapan. Foto-Istimewa

Kaltim

Ratusan Rumah di Balikpapan Terendam Banjir, Basarnas Siaga
Menko PMK

Kaltim

Cek Ketersediaan Oksigen, Menko PMK Sambangi Balikpapan
Masjid At Taqwa

Kaltim

Jemaah Masjid At Taqwa Balikpapan Dibacok hingga Kritis, Begini Kronologinya

Kaltim

Awasi Klaster Perusahaan, Satgas Kota Balikpapan Bentuk Tim Khusus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com