Tabrakan Horor di Teweh, Pemotor Meninggal di Tempat Banjarmasin Zona Merah, Pasien Corona Mestinya Dirujuk ke RS BREAKING NEWS! Update Covid-19 di Kalsel, 1 PDP Meninggal Dunia Update 3 April: 2 Kecamatan di Banjarmasin Paling Rentan Covid-19 Jumatan Libur, Hanya Satu Masjid yang Ramai di Kotabaru




Home Hukum

Senin, 2 Desember 2019 - 22:19 WIB

Pengaku Nabi Terakhir di HST Diciduk di Rumahnya, Polisi Temukan Barang Bukti

nazmudin - Apahabar.com

Tersangka Pengaku Nabi Terakhir saat dimintai keterangan Kapolres HST di rumahnya. Foto-istimewa

Tersangka Pengaku Nabi Terakhir saat dimintai keterangan Kapolres HST di rumahnya. Foto-istimewa

apahabar.com, BARABAI – Kapolres Hulu Sungai Tengah (HST), AKBP Sabana Atmojo memimpin langsung penggeladahan rumah Nasruddin, terduga kasus penyimpangan ajaran agama Islam, Senin (2/12) pukul 20.00 Wita.

Selain menggeledah rumahnya, Polisi juga menggeledah pondok tempat Nasruddin melakukan pengajian. Kedua tempat itu berada di Jalan Penas Tani IV Desa Bandang-Kahakan RT 3 Kecamatan Batu Benawa.

Puluhan Anggota Polres diturunkan dibawah dipimpin Kabag Ops, Aris Munandae Kasat Reskrim, Iptu Sandi, Kasat Intel, AKP Agus Sugiyanto dan Kasat Shabara, Iptu Sarjono.

Mulanya, polisi menggeledah rumah terduga pelaku ajaran sesat itu. Sekitar 30 menit mengumpulkan barang bukti, Polisi menuju Pondok tempat berkumpulnya para jemaahnya.

Dari rumah tersebut, Polisi menyita kitab-kitab milik Nasruddin. Selain itu, laptop, printer, dan cetakan ajarannya turut disita.

Baca juga :  KPK Benarkan Telah Geledah 3 Lokasi di Tasikmalaya

Tidak jauh dari rumah Nasruddin, Pondok itu berada ditengah-tengah sawah dan kebun karet. Dari situ Polisi juga mengamankan selebaran yang berisi ajaran-ajaran Nasruddin tentang salat serta sajadah.

Polisi pun menetapkan Nasruddin sebagai tersangka. Barang bukti serta Nasrudiin saat ini diamankan di Makopolres HST.

“Kita lakukan penggeledahan ini sesuai dengan Pasal 38 Ayat 2 KUHAP. Maka kita lakukan segera,” kata Kapolres usai penggeledahan itu.

Diberitakan media ini sebelumnya, Polisi berusah mengumlulkan alat bukti serta mencari para saksi atau pengikut ajaran Nasruddin.

Polisi menduga Nasruddin melakukan penistaan agama Islam sesuai Pasal 156 KUHP.

Dari keterangan MUI HST, ajaran yang dibawa Nasruddin pernah dinyatakan bertentangan dengan syariat Islam pada awal Maret 2003 silam.

Baca juga :  Menyamar Jadi Pria Hidung Belang, Satpol PP Banjarbaru Ungkap Prostitusi Online

Hal itu dibuktikan oleh Sekretaris MUI HST, Khairussalim dengan menunjukkan surat bernomor 25/PD-K/FAT-07/III/2003. Dalam surat itu tertera sejumlah poin.

”Surat itu merujuk pada hasil pertemuan (interogasi) MUI Kecamatan Batu Benawa, unsur Muspika di kecamatan terhadap NS,” ujar Khairussalim, Senin (25/11) lalu.

Prosesnya, kata Khairussalim, berlanjut hingga ke Kejaksaan bersama Tim Pakem. Hingga akhirnya dikeluarkan surat pelarangan terhadap ajaran yang dibawa Nasruddin.

Baca Juga: Heboh Nabi Terakhir di Benawa HST, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Baca Juga: Bentuk Kesederhanaan Nabi SAW: Hormati Makanan Apa Pun

Baca Juga: Berusaha Kabur, Dua Penjambret Diamankan Warga di Jalan Cendrawasih

Baca Juga: Polsekta Banjarmasin Timur Amankan 3 Orang Pembawa Sajam

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Dicecar Puluhan Pertanyaan, GM Bantah Rayu Siswa Magang
apahabar.com

Hukum

Sepekan, Polda Kalsel Ungkap 39 Kasus Narkoba
apahabar.com

Hukum

Sopir di Banjarmasin Terciduk Simpan Sabu Dalam Rokok
apahabar.com

Hukum

9 Bulan Buron, Maling Motor di lokasi Kebakaran Kini Ditangkap  
apahabar.com

Hukum

Pelaku Penganiayaan Pembakal Gunung Batu Diamankan
apahabar.com

Hukum

Diciduk Bawa Sabu di Hotel Sejahtera
apahabar.com

Hukum

Markas Pengacara Diobok Maling, Elektronik dan Perabot Dapur Digondol
apahabar.com

Hukum

Hari Antikorupsi, Pemuda Peduli Hukum Dibentuk