Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Mengupas Problem Banjir Kalsel: Ratusan Eks Lubang Tambang di DAS Barito Terendus! Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” Komisi III DPR Setujui Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri Ke-25 Tak Perlu Lakukan Tilang, Calon Kapolri Harap Polantas Hanya Atur Lalin

Penghujung 2019, Kombes Wisnu: Kalsel Masih Jadi ‘Pasar’ Peredaran Narkoba

- Apahabar.com Sabtu, 21 Desember 2019 - 09:57 WIB

Penghujung 2019, Kombes Wisnu: Kalsel Masih Jadi ‘Pasar’ Peredaran Narkoba

Ilustrasi narkoba. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan, Kombes Pol Wisnu Widarto tidak menampik Kalsel masih menjadi pasar peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang berasal dari luar daerah.

Terbukti dari keberhasil jajaran Polda Kalsel mengungkap kasus narkoba setiap harinya. Menurutnya, jika dirata-rata, ada sembilan pengedar diringkus dalam sehari.

apahabar.com

Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, Kombes Pol Wisnu Widarto. Foto-apahabar.com/Eddy Andriyanto

“Yang dimaksud pasar narkoba di sini pemakainya banyak, konsumennya banyak. Penilaian Kalsel sebagai pasar peredaran narkoba didasarkan pada data dan fakta penindakan kasus penyalah guna narkoba yang masih tinggi,” kata Wisnu kepada reporter apahabar.com di Banjarmasin, Jumat (20/12).

Kasus peredaran gelap narkotika terbaru yang berhasil diungkap Ditreskoba Polda Kalsel adalah penangkapan terhadap Iswan alias Haris (36) di rumahnya Jalan A. Yani Km 9 Tatah Kalakai Indah RT 03 Kelurahan Mandarsari, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar pada Rabu (18/12) kemarin.

Hasil penggeledahan polisi menemukan 16 paket sabu siap edar dengan berat kotor 4,41 gram, 2 buah sendok sabu dari sedotan, 2 buah kotak plastik kecil warna hitam, 1  buah kotak rokok Red Bold serta timbangan digital dan sejumlah uang diduga hasil bisnis terlarang itu.

“Para pengedar yang berhasil diciduk jajaran berdasarkan pengakuannya, mereka merupakan pemain baru. Tapi kami tidak akan beri ampun untuk bandar narkoba,” ujarnya.

Dari pengungkapan kasus Narkoba itu, terang Wisnu, sabu masih mendominasi peredaran barang ilegal di Kalimantan Selatan. Disusul obat-obat terlarang seperti Zenith, obat daftar G  dan ekstasi. Empat jenis barang terlarang ini masih menjadi favorit pasar di Kalimantan Selatan.

“Tingginya permintaan pasar narkotika di Kalimantan Selatan tentu menjadi angin segar bagi para pelaku untuk menyukseskan bisnis haram tersebut. Ini yang harus kita perangi bersama,” terangnya.

Masih menurut Wisnu, saat ini penyalahgunaan narkoba makin meluas hingga ke pelosok. Naiknya perekonomian masyarakat serta merebaknya pengangguran menjadi faktor penyebab tingginya peredaran narkoba.

Hal itu, terlebih dengan kemajuan teknologi informasi yang disebut berbanding lurus dengan kasus peredaran narkoba. Beberapa faktor tersebut berkaitan erat dengan konsep supply and demand yang membuat siklus peredaran narkoba semakin tinggi.

“Tingkat ekonomi masyarakat yang semakin naik serta ditunjang dengan dukungan kemajuan teknologi, disinyalir menjadi kunci sukses peredaran narkoba di Kalsel. Baik si pengedar maupun konsumennya akan jauh lebih mudah berkomunikasi untuk mendapatkan barang haram itu,” sebutnya.

Wisnu menuturkan, selain terus melakukan pengungkapan kasus dengan menangkap para pelaku, Polda Kalsel juga berupaya melakukan pendekatan dengan kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Hal ini tentunya untuk menimalisir peredaran dan pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Kita juga melakukan berbagai upaya pencegahan guna menyadarkan masyarakat agar tidak menggunakan narkoba. seperti pengarahan – pengarahan kepada seluruh komponen masyarakat termasuk anak sekolah. Selain itu dengan program Jumat berbagi kita kunjungi rumah-rumah warga yang berada dikawasan rawan peredaran narkoba. Berbagi sambil bersosialisasi,” tekadnya.

“Kita berharap kerjasama dari semua kalangan, supaya narkoba di tanah Banua ini bisa kita minimalisir karena narkoba sudah masuk ke tempat-tempat terpencil dan sasarannya sudah pasti kaum milenial,” tutup Wisnu.

Sebagai catatan, di daerah yang kena wabah narkoba, akibatnya sudah sangat jelas. Selain pelaku narkoba menjadi tidak produktif, kehadirannya sangat membebani bahkan menghancurkan kehidupan keluarga, mengancam keamanan lingkungan, dan tidak menutup kemungkinan berpotensi  memicu aksi-aksi kejahatan di masyarakat.

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana
Tapin

Kalsel

Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi
apahabar.com

Kalsel

Ustadz Mushaffa Zakir Ikut Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Warga Sungai Andai
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Tapin Gelar Salat Istisqa
apahabar.com

Kalsel

Distribusi PDAM Intan Banjar Macet, Warga Kompleks Surya Mas Gambut Terpaksa Mandi dengan Air Kolong
apahabar.com

Kalsel

PUPR Banjarmasin Optimis Anggaran Terserap Maksimal
H2D

Kalsel

FINAL! Tanpa Saksi H2D di Rapat Pleno Terbuka BirinMu Menang Suara
hentakan

Kalsel

Temuan Mayat Bayi di Sungai Hantakan HST Dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com