Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Per November 2019, 362 Wanita di Batola Pilih Menjanda

- Apahabar.com Jumat, 13 Desember 2019 - 17:14 WIB

Per November 2019, 362 Wanita di Batola Pilih Menjanda

Walau dipantik banyak faktor, pertengkaran berkepanjangan mendominasi penyebab perceraian di Batola. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Meski tahun belum berganti, penyebab perceraian sepanjang 2019 di Barito Kuala dapat disimpulkan sebagai akibat perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Dari 444 perkara, 362 di antaranya disebabkan gugatan istri.

Hingga akhir November 2019, tercatat 762 perkara yang diputus di Pengadilan Agama Marabahan. Dari ratusan perkara tersebut, 444 perkara di antaranya adalah perceraian.

Rincian perkara perceraian yang sudah diputuskan adalah 80 cerai talak (dari pihak suami), serta 362 cerai gugat (dari pihak istri).

Kalau berdasarkan profesi, terdapat 4 perkara cerai talak dan 9 cerai gugat yang diajukan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jumlah tersebut kemungkinan bertambah, mengingat terdapat masing-masing 1 cerai gugat dan cerai talak yang masih diproses.

“Penyebab yang dominan dari perceraian tersebut, baik cerai talak maupun cerai gugat, masih berkaitan dengan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus sebanyak 249 perkara,” ungkap Kepala Pengadilan Agama Marabahan, Rusdiana, Jumat (13/12).

Tak jelas penyebab pertengkaran terus-menerus tersebut, mengingat hidup berumahtangga memiliki dinamika masing-masing.

Namun dipastikan 85 perkara putus yang disebabkan problem ekonomi, kemudian 55 perkara akibat meninggalkan salah satu pihak, serta 23 perkara akibat salah satu pihak mabuk-mabukan.

Kemudian madat menyebabkan 12 perceraian, 9 perkara akibat poligami, 2 kekerasan dalam rumah tangga, serta masing-masing 1 perkara kawin paksa dan murtad.

Dibandingkan data 2018, jumlah perceraian di Batola tidak banyak berubah. Telah diputus 470 perkara sepanjang 2018 dengan rincian 379 cerai gugat dan 91 cerai talak.

Di sisi lain, perkara perceraian yang sudah terdaftar dan sedang diproses di Pengadilan Agama Marabahan sepanjang Desember 2019 berjumlah 10 perkara.

Meski tidak signifikan, jumlah pengajuan gugatan dari pihak istri selalu lebih banyak dibandingkan talak suami.

Baca Juga: Sayed Jafar Wacanakan Bangun Pasar Modern di Setiap Desa

Baca Juga: Puluhan Narapidana Nasrani di Kalsel Dapat Remisi Natal

Baca Juga: Ratusan Calon Panwascam di Kotabaru Jalani Tes Socrative dan Wawancara

Baca Juga: Kejari Kotabaru Terima Kado Jelang Akhir Tahun

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Personel TMMD Kodim 1022 Tanah Bumbu Selesaikan Rehab Rumah Rusmini
apahabar.com

Kalsel

Dibandingkan Pilkada 2015, Dana Pilkada 2020 Naik 99%
apahabar.com

Kalsel

Cegah Kelebihan Muatan, Dishub Banjarmasin Kembali Pasang Portal Jembatan Besi Kuin Utara
apahabar.com

Kalsel

Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak
apahabar.com

Kalsel

Razia di Rutan Tanjung, Sipir Temukan Sederet Benda Berbahaya
apahabar.com

Kalsel

Perayaan Imlek Jangan Disisipi Kampanye
apahabar.com

Kalsel

Geger Kakek Pemilik Intan di Martapura Tewas Dirampok
apahabar.com

Kalsel

Dapat Remisi HUT RI, 11 Warga Binaan Kapuas Langsung Bebas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com