apahabar.com
Presiden Joko Widodo bersama pengunjung Bandara Syamsudin Noor, akhir Maret 2019 silam. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo disebut batal untuk meresmikan Bandara Syamsudin Noor pada bulan ini.

“Kita sudah konsolidasi dengan Pemprov sebelumnya, rencananya peresmian ditunda hingga Januari atau Februari,” kata Ketua DPRD Kalsel Supian HK ditemui di tempat kerjanya, Selasa (10/12) siang.

Presiden Jokowi dikabarkan akan meresmikan bandara berkapasitas tujuh juta penumpang Desember ini.

Rencananya, peresmian bertepatan dengan Hari Kesetiakawanan Nasional atau HKN.

Namun dari informasi diperoleh, Jokowi tidak dapat hadir sebab kesibukan di luar negeri.

Untuk diketahui, terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin telah beroperasi, Selasa (12/10).

Seiring peningkatan fasilitas pelayanan penumpang, bandara berlokasi di Banjarbaru itu naik status menjadi internasional.

Pengoperasian perdana terminal yang mampu menampung 7 juta penumpang/tahun itu berlangsung sederhana, subuh tadi.

Dalam seremonial, pihak PT Angkasa Pura I (Persero) menyuguhkan tarian Baksa Kembang. Disusul pengalungan bunga dari penari kepada para calon penumpang.

Untuk diingat, Presiden Joko Widodo berencana meresmikan langsung megaproyek senilai triliunan rupiah itu.

Disinggung soal rencana itu, Communication and Legal Section Head PT AP I cabang Syamsudin Noor Aditya Putra mengaku belum menerima konfirmasi.

“Masih belum dikonfirmasi dari kantor kepresidenan atau dari protokolernya,” jelasnya kepada apahabar.com, pagi tadi.

Meski begitu, Adit mengiyakan rencana kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu.

“Kemarin rencananya kan presiden akan meresmikan terminal baru bandara di saat berbarengan menghadiri kegiatan nasional di sini,” terangnya.

Namun sekali lagi, kata dia, AP I masih belum bisa menjamin realisasi kedatangan Presiden Jokowi.

“Jadi masih belum tahu bisa terealisasikan atau tidak itu,” terang dia.

Dalam pengoperasian bandara hari ini, fokus AP I ada pada peningkatan pelayanan penumpang.

“Agat mereka menjadi aman, nyaman melakukan perjalanan dengan pesawat udara,” ucap General Manager (GM) Bandara Internasional Syamsudin Noor Indah Preastuty yang turun langsung meninjau terminal baru.

Dengan pengembangan dan penambahan pelayanan, Indah harap Syamsudin Noor dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat. Dari bandara sebelumnya, kata dia, bandara baru ini memiliki peningkatan luas yaitu 77.500 m2.

“Counter check in kami sudah menyiapkan 42 tetapi sekarang yang kita maksimalkan sesuai kebutuhan karena penumpang saat ini masih 3 juta per tahun, juga ada Passenger moving system ada lift, eskalator yang memudahkan,” jelas Indah.

Diwartakan sebelumnya, subuh tadi, ratusan penumpang menjejali terminal baru Syamsudin Noor. Pengoperasian hari pertama dibuka sejak pukul 05.00.

“Jadi untuk operasi terminal baru kita udah beroperasi di penerbangan pertama pagi ini, pukul 06.00 sampai 22.00. Menurut peraturan [penumpang] harus datang satu jam sebelumnya,” ujar Aditya kepada apahabar.com, Selasa (10/12) pagi.

Dengan beroperasinya terminal baru di bandara terbesar di Kalsel itu, otomatis terminal lama bandara sudah tidak beroperasi.

“Terminal lama otomatis tidak beroperasi lagi, sudah di sini (terminal baru),” lanjutnya.

Sementara untuk maskapai yang melayani penerbangan pertama pada pagi hari ini adalah Lion Air.

Adapun penerbangan pertama dari Lion Air dengan tujuan Surabaya, Jakarta dan Jogyakarta.

Dari ratusan penumpang tadi, salah diantaranya Ahmad mengatakan pelayanan di terminal baru ini sangat memuaskan.

“Nyaman saja di sini, tujuan saya ke makkah, mau umrah,” ujar penumpang asal Tanjung tersebut.

Senada dengan Ahmad, Wijiani juga menuturkan hal yang sama.

“Enak di sini, jalannya bagus, pelayanannya sopan, orangnya ramah, juga tersedia tempat nge-cas HP,” ujar penumpang tujuan Tarakan itu.

Terpantau, pengoperasian terminal baru di bandara yang berlokasi di Banjarbaru itu berjalan aman dan lancar.

Sebagai informasi, terminal baru Bandara Syamsudin Noor memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi. Terminal baru berkapasitas 5 kali lebih besar dibandingkan terminal lama.

Terminal baru juga ditunjang dengan 42 unit konter check-in, 3 conveyor belt, dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi. Tersedia pula, lahan parkir seluas 34.360 meter persegi untuk kendaraan roda empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua.

Selain itu, dibangun pula terminal kargo baru berkapasitas 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun yang ada saat ini.

Sedangkan apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dan hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body.

Baca Juga: Resmi Beroperasi, Kedatangan Jokowi Masih Tanda Tanya

Baca Juga: Jokowi Segera Resmikan Tol Pertama di Kalimantan

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz Fadhillah