Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Pertama, Hakim Militer Diberhentikan Lantaran Selingkuh

- Apahabar.com     Kamis, 26 Desember 2019 - 19:45 WITA

Pertama, Hakim Militer Diberhentikan Lantaran Selingkuh

Majelis hakim Mahkamah Militer III Jayapura menjatuhi hukuman 30 bulan penjara dan dipecat dari kesatuan TNI kepada Serda Bangun Ahmad, anggota Yonif 410/Alugoro, karena terbukti melakukan penistaan agama. Foto-antara.

apahabar.com, JAKARTA – Sepanjang 2019, banyak kasus yang ditangani melalui sidang majelis kehormatan hakim (MKH). Salah satunya untuk pertama kali Komisi Yudisial menjatuhkan hukuman berat terhadap hakim militer.

Yakni berupa pemberhentian dengan hormat seorang hakim militer karena berselingkuh dengan perempuan bersuami.

Kepala Pengadilan Militer Makassar berinisial HM dipecat setelah Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung menggelar sidang majelis kehormatan hakim (MKH) pada akhir Juli 2019.

“Sebagai catatan, untuk hakim militer, ini pertama kalinya bagi KY menangani laporan pihaknya hakim militer dan dibawa ke MKH dengan putusan pemberhentian,” ujar Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Sukma Violetta dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/12).

Selain menjalin hubungan dengan perempuan lain yang masih bersuami, HM juga melakukan intervensi kepada bawahannya terkait dengan pemeriksaan terlapor. Disamping itu melakukan penyalahgunaan wewenang saat bertugas sebagai hakim kepala pengadilan militer.

Selain hakim HM, selama 2019, terdapat tiga hakim lain yang dijatuhi hukuman berat melalui MKH.

Pada bulan Februari, hakim PN Lembata, Nusa Tenggara Timur, berinisial RMS mendapat sanksi penurunan pangkat selama 3 tahun. Pasalnya, dia terbukti memberikan konsultasi hukum kepada para pihak yang berperkara.

Selanjutnya, pada April, hakim Pengadilan Tinggi Tanjung Karang berinisial MYS diberhentikan dengan tidak hormat karena memasukkan perempuan ke dalam rumah dinasnya di Pengadilan Negeri Menggala dan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Terakhir, hakim PN Stabat Sumatera Utara berinisial SS yang diajukan ke sidang MKH pada bulan Juni. Lantaran, melakukan pernikahan siri hingga memiliki anak dari pernikahan tersebut, tanpa izin dari istri sah. Hakim SS dijatuhi sanksi berupa penurunan pangkat jabatan selama 3 tahun.

KY mengajukan usulan untuk dilakukan enam MKH, tetapi baru empat MKH yang digelar, sisanya belum ditanggapi oleh Mahkamah Agung.

MKH terdiri atas tujuh anggota yang terdiri atas komisioner KY dan hakim agung. Dalam MKH, hakim yang dijatuhi rekomendasi sanksi oleh KY dapat melakukan pembelaan diri.

Baca Juga: Kades di Barito Utara Klarifikasi Tudingan Selingkuhi Istri Orang

Baca Juga: Dapati Istri Selingkuh, PIL Dihajar Hingga Tewas

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Kirim Sinyal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Selain Tarif Batas Atas, Pemerintah Diminta Turunkan PPN 10%
apahabar.com

Nasional

10 Karya Terbaik Novelis NH Dini
apahabar.com

Nasional

Mengerikan, Virus Corona Sudah Tewaskan 724 Korban
apahabar.com

Nasional

Jakarta PSBB Lagi, Operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Disesuaikan
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Wamena Siap Kembali Jika Aman

Nasional

Soroti Arogansi Firli Cs, ICW Minta SK 75 Pegawai Via Jokowi
apahabar.com

Nasional

Diguncang Gempa M 5,1, Warga Nias Utara Berhamburan ke Luar Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com