apahabar.com
Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad M Ali (tengah) didampingi Ketua DPW NasDem Kalsel Guntur Prawira. Sabtu (7/12) malam, jajaran Nasdem menggelar silahturami dan konsolidasi di Hotel G'Sign Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Guntur Prawira siap mundur dari kursi orang nomor satu di Partai Nasional Demokrat atau Nasdem Kalimantan Selatan.

Isyarat mundur itu disampaikannya saat berpidato di hadapan wakil ketua umum partai besutan Surya Paloh itu di Hotel G’sign Banjarmasin, Sabtu (07/12) malam.

“Kami belum bisa mempersembahkan [kursi] DPR RI [Dapil Kalsel]. Untuk itu saya bertanggung jawab, saya bersedia diberikan sanksi untuk memberikan kepemimpinan DPW Partai NasDem ini,” ujar Ketua Nasdem Kalsel itu saat silaturahmi dan konsolidasi Nasdem daerah dengan pusat.

Dalam konsolidasi, tampak hadir Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad M Ali. Serta, wakil rakyat terpilih dari Nasdem di 13 kabupaten/kota se-Kalsel. Pernyataan Guntur itu sontak membuat seisi ruangan menjadi hening seketika.

Pidato Guntur berlangsung kurang dari 10 menit. Guntur turut melaporkan jumlah kursi DPRD Fraksi Nasdem di Pileg 2019 naik dibanding 31 kursi pada Pileg 2014 lalu.

“Jadi 41 kursi di 2019. Itu untuk 13 Kabupaten/Kota dan DPRD Provinsi,” jelas Guntur.

Namun begitu, sebagai orang nomor satu di DPW Nasdem Kalsel, Guntur merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas capaian minor di level DPR RI itu. Pasalnya, di 2014 Nasdem Kalsel juga gagal mengirimkan utusannya ke Senayan.

“Saya siap mundur,” jelas Guntur.

Sementara, di awal pidatonya Guntur juga menyinggung konflik internal saat Pemilu tahun lalu.

“Plkada tahun depan supaya tidak menimbulkan perselisihan antarcalon. Kita harus makin memupuk persaudaraan yang menjadikan contoh persaingan politik yang sehat,” jelas dia.

Baca Juga: Rakernas Ricuh, Kongres PAN Mengawang-awang

Baca Juga: Sibuk, Paman Birin dan Denny Kompak Absen di Nasdem

Reporter: Rizal khalqi
Editor: Fariz Fadhillah