apahabar.com
Roasting Night Gelora di Kantor DPW Gelora Kalsel Jalan Ahamad Yani Km 3,5 Banjarmasin, Sabtu (07/12) malam. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebagai partai baru, Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia punya cara berbeda dalam unjuk gigi.

Di Kalimantan Selatan, mereka gencar mendekati kaum milenial. Mengapa?

“Karena segmen terbesar ke depan dan kekuatan perubahan itu salah satunya didorong oleh anak muda,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DWP) Partai Gelora Kalsel, H Riswandi.

“Masa depan bangsa ada di tangan mereka,” sambungnya usai Roasting Night Gelora, Sabtu (07/12) malam.

Forum itu bertepatan dengan momen malam minggu. Karenanya, acara sengaja dibuat santai.

Roasting Night atau konsep lawakan tunggal juga menunjukkan bahwa Partai Gelora terbuka menerima kritikan masyarakat.

Uniknya, kali ini Roasting dibalut kearifan lokal budaya Banjar: Madihin.

Dibawakan oleh pemadihin muda Banjar, yaitu Ferdi Irawan dan Muhammad Fadil.

“Beri jabatan kepada generasi muda, karena bisa bersuara,” ujar Ferdi membuka lawakan.

Gelora harus jadi partainya anak muda. “Tidak cuma mencari duit saja, mentang-mentang ketuanya Anis Mata yang liwar sugihnya (yang sangat kaya),” lanjut Ferdi disambut riuh tepuk tangan hadirin termasuk Riswandi.

Tak hanya soal kritikan dari generasi muda. Kesempatan berikutnya adalah saran yang dilontarkan langsung oleh Subhan Syarif, arsitek senior sekaligus pakar politik.

“Selalu tanamkan, bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu berpikir apa yang bisa dia berikan untuk rakyat. Dan apa yang rakyat bisa berikan untuk kita,” pesan dia

Subhan juga menyoroti permasalahan besar yang saat ini dihadapi Indonesia.

Yakni, persoalan kemiskinan dan hutang. Menurutnya, itu juga menjadi tugas yang harus diatasi bersama.

“Semoga Gelora salah satu yang bisa menjadi harapan ke depan,” ujarnya

Sesi selanjutnya dilakukan diskusi secara dua arah. Para peserta mengajukan beberapa pertanyaan yang langsung ditanggapi Riswandi setelahnya.

Namun di akhir tanggapannya, dia tidak berani memberikan terlalu banyak janji. Menurutnya, ini akan menjadi tanggung jawab bersama untuk menatap Banua ke depannya.

“Politik adalah harapan. Kita hadir di sini karena kita masih memiliki harapan untuk negeri ini, untuk Banua kita. Makanya kami membuka diri seluas-luasnya,” ujarnya mengakhiri.

Baca Juga: Maling Helm di Martapura yang Viral di Medsos Melawan Saat Diamankan

Baca Juga: Hendak Tawuran, Polisi Amankan Pemuda Bersajam di Lingkar Dalam

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah