MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Ratusan Anak Hasil Perkawinan Campuran Miliki Kewarganegaraan Ganda Indonesia dan Tiongkok

- Apahabar.com Senin, 16 Desember 2019 - 11:56 WIB

Ratusan Anak Hasil Perkawinan Campuran Miliki Kewarganegaraan Ganda Indonesia dan Tiongkok

Ilustrasi kewarganegaraan ganda Indonesia dan Tiongkok. Foto-Net

apahabar.com, BEIJING – Setdaknya terdapat 199 anak yang mempunyai kewarganegaraan ganda Indonesia dan Tiongkok yang merupakan hasil perkwainan pasangan kedua Negara.

“Tadi saya lihat di KBRI sini ada 199 anak yang masih terdaftar kewarganegaraan ganda. Nanti kalau sudah usia 21 tahun harus pilih salah satu kewarganegaraan,” kata Direktur Tata Niaga Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, KartikoNurintias, di Beijing, Minggu (15/12) malam.

Indonesia dan China sama-sama menganut asas kewarganegaraan tunggal sehingga anak dari pasangan suami-istri yang berasal dari dua negara berbeda tersebut harus memilih salah satu kewarganegaraan dari kedua orang tuanya.

“Syaratnya mudah karena kami punya aplikasi SAKE (Sistem Administrasi Kewarganegaraan Elektronik). Tinggal masukkan beberapa syarat dan bayar PNBB (Pendapatan Negara Bukan Pajak) yang ada di dalam aplikasi itu, langsung diproses,” ujarnya dalam Sosialisasi Peraturan Kewarganegaraan bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri di Aula Kedutaan Besar RI di Beijing itu.

Kartikomengharapkan peristiwa di Taiwan yang menimpa puluhan anak hasil perkawinan campuran tidak terjadi di China daratan.

“Di Taiwan itu ada 52 anak hasil perkawinan campuran yang kini ditampung di salah satu yayasan di bawah naungan pemerintah setempat. Mereka itu korban ketidakharmonisan orang tuanya,” katanya mengenai ketidakjelasan status kewarganegaraan anak-anak itu.

Demikian pula dengan di Singapura. Menurut Kartiko, sekarang ini banyak anak hasil perkawinan campuran yang berbondong-bondong memilih kewarganegaraan Indonesia.

“Di sana itu untuk orang usia 21 tahun harus mengikuti wajib militer. Nah, anak hasil perkawinan campuran yang tidak mau ikut program itu berbondong-bondong balik ke Indonesia,” tuturnya didampingi dua pejabat Ditjen AHU Kemenkum HAM dan Koordinator Fungsional Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing Ichsan Firdaus.

Sosialisasi tersebut mendapat tanggapan serius berupa pertanyaan dari beberapa warga negara Indonesia di Beijing, termasuk kalangan pelajar, pekerja, dan ibu rumah tangga yang bersuamikan warga negara asing.

Demikian pula dengan WNI yang mengajukan permohonan pindah kewarganegaraan, menurut Kartiko, prosesnya sangat mudah selama semua persyaratan terpenuhi.

Namun dia meminta para pemohon harus memastikan terlebih dulu pemerintah negara lain yang menjadi tujuan pindah kewarganegaraan bersedia menerima permohonan.

“Ada satu kasus terjadi di Taiwan. Presiden kita sudah mengeluarkan surat keputusan pencabutan kewarganegaraan sesuai permohonan, tapi pemohon justru ditolak pindah kewarganegaraan oleh pemerintah Taiwan,” katanya prihatin.

Baca Juga: 95 Persen Perkawinan Anak Ilegal

Baca Juga: 61 Pasutri Umat Hindu Nikah Massal, I Putu Eka: Terima Kasih Bupati Tanbu

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tim Kesehatan Haji Disebar ke Beberapa Lokasi Strategis untuk Layani Jamaah
Pasca Observasi 238 WNI dari Wuhan, Bupati Natuna: Tingkatkan Fasilitas Kesehatan Kami

Nasional

Pasca Observasi 238 WNI dari Wuhan, Bupati Natuna: Tingkatkan Fasilitas Kesehatan Kami  
apahabar.com

Nasional

Syaifullah Tamliha Klarifikasi Penggunaan Jet Pribadi Ketum di Konsolidasi Internal PPP

Nasional

Habib Rizieq Nikahkan Najwa Shihab Malam Ini, Sebar 10 Ribu Undangan, Anies Bakal Jadi Saksi
apahabar.com

Nasional

Najwa Shihab dan Cerita Kedekatannya dengan Dunia Literasi
apahabar.com

Nasional

Kominfo: Medsos yang Tak Saring Hoaks Akan Diberi Sanksi
apahabar.com

Nasional

Menpora Imbau Instansi Pemerintah Gaungkan PON 2020

Nasional

Dirawat Intensif di RSPAD, BJ Habibie Harus Istirahat Total
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com