Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas

Refleksi Akhir Tahun, Praktisi Banjarmasin: Kebijakan Pendidikan Indonesia Muluskan Penjajahan

- Apahabar.com Minggu, 29 Desember 2019 - 14:02 WIB

Refleksi Akhir Tahun, Praktisi Banjarmasin: Kebijakan Pendidikan Indonesia Muluskan Penjajahan

Abdul Jabar saat menggelar diskusi refleksi akhir tahun, bersama Forum Intelektual Muslim Banua, di Waroeng Bamboe, Banjarmasin, Minggu (29/12). Foto-apahabar.com/Eddy

apahabar.com, BANJARMASIN – Praktisi asal Banjarmasin, Abdul Jabar prihatin terhadap kondisi moral bangsa Indonesia yang terus merosot.

Menurutnya, terjadinya dekadensi moral pada generasi muda, imbas dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, maraknya aktivitas menyimpang lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT) hingga budaya kekerasan mencerminkan kerusakan moral yang cukup parah.

“Kemerosotan moral bangsa ini sudah akut,” kata Abdul Jabar kepada apahabar.com usai menggelar diskusi refleksi akhir tahun, bersama Forum Intelektual Muslim Banua, di Waroeng Bamboe, Banjarmasin, Minggu
(29/12).

Kedua, narasi pendidikan karakter yang kian tidak jelas, seperti tidak adanya gambaran pasti wujud dan standarnya.

“Apakah budaya? Budaya yang mana? Jika agama, agama apa? Ini semua bentuk kemerosotan moral bangsa,” ujarnya.

Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik  Indonesia (PGRI) Banjarmasin itu juga mengkritisi kebijakan pendidikan Indonesia yang tidak memasukkan aspek agama ke dalam program literasi pendidikan yang dikembangkan pemerintah.

“Pemerintah hanya melibatkan 6 aspek. Yakni, baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital, kebudayaan dan kewargaan. Dari sini, jelas agama tidak jadi target literasi,” tegas Abdul Jabar.

Akibat dari sekulerisasi pendidikan ini, menurut Abdul Jabar, bisa memuluskan penjajahan gaya baru, yang bisa disaksikan dari pengembangan SDM siap kerja, bukan SDM pemimpin, yang bisa menjadi leader bagi masyarakat.

Sekularisasi dalam bidang pendidikan ini juga bisa dilihat pada pengalihan materi Khilafah dan Jihad dari fiqh ke sejarah.

“Kebangkitan sejati, hanya bisa diwujudkan dengan agama Islam, lewat penerapannya secara keseluruhan dalam aspek kehidupan, termasuk pendidikan,” tandas Abdul Jabar.

Saat ini, imbuh Abdul Jabar, Era Presiden Joko Widodo, “sukses” mendudukkan Indonesia, dalam posisi terendah sejak 10 tahun terakhir, untuk skor Program for Internasional Student Assessment (PISA), hingga memuluskan penjajahan gaya baru, dalam mengeksploitasi sumber daya manusia (SDM) bangsa.

Baca Juga: Kok Bisa? Plafon Bandara Rp2,2 Triliun Ambyar Diterjang Angin

Baca Juga: Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Banjarmasin, Banyak Pohon Bertumbangan

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

BBM

Kalsel

Belum Ada Pasokan, BBM di Tabalong Mulai Langka
apahabar.com

Kalsel

Kasat Polair dan Kapolsek Bati-bati Berganti
apahabar.com

Kalsel

Ditegur, Warga Jakarta Barat Malah Ngamuk Bawa Parang di Banjarmasin
Maming

Kalsel

Legawa, Mardani H Maming Ucapkan Selamat kepada Zairullah Azhar-Muhammad Rusli
apahabar.com

Kalsel

Haul Datu Kandang Haji, Polisi Terjunkan Tim Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Persempit Gerak Koruptor Dana Desa, Satgas Lakukan Monitoring dan Evaluasi di HST
apahabar.com

Kalsel

Pengadaan Bus Trans Banjarmasin Bebani APBD?
apahabar.com

Kalsel

PUPR Kalsel Segera Rampungkan Jembatan Desa Sungai Apuy
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com