Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Rendah Serap APBD, Penghasilan Tambahan Kepala SKPD Dipangkas

- Apahabar.com Jumat, 13 Desember 2019 - 14:19 WIB

Rendah Serap APBD, Penghasilan Tambahan Kepala SKPD Dipangkas

Ilustrasi PNS. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada 16 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkungan Pemkot Banjarmasin yang tak mampu menyerap maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sanksinya, Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP yang setiap bulan diterima ASN hingga kepala SKPD pun terancam harus dipotong. Apalagi tinggal hitungan hari tutup buku tahun anggaran 2019.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil membenarkan hal demikian. Karenanya ia mengimbau SKPD untuk selalu memperhatikan serapan anggaran yang sudah direncanakan awal pembentukan rancangan APBD 2019.

“Serapan anggaran kalau tak memenuhi apa yang mereka rencana, otomatis dampaknya TPP yang mereka terima dipotong,” ujarnya.

Ia berkata besaran angka TPP yang dipotong beragam, dari Rp 1,5 sampai Rp 2 juta. Pengukurannya tergantung kinerja dijalani dan besaran anggaran yang dikelola SKPD itu.

Namun ketiga hal seperti tingkat kehadiran, aktivitas harian dan serapan anggaran selalu berperan. Ketiga hal demikian dikalkulasi persenannya dalam menghasilkan TPP.

Kepala SKPD dan ASN, lanjut Subhan, menerima kebijakan tersebut dengan lapang dada. Mereka tak mengeluh dan gaduh dengan menghubungi Bakeuda.

“Sistem yang menentukan, karena disana pembagiannya. SKPD ini serapan anggaran segini jadi pemotongan sekian,” ucapnya.

Lantas kemana potongan TPP ASN itu? Subhan mengatakan akan kembali dalam kas daerah Kota Banjarmasin.

“Setiap tanggal 15 setiap bulannya dipotong, kita juga pernah dipotong,” lanjutnya.

Adapun SKPD yang masuk zona merah adalah Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja, Sekretaris DPRD, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) dan Bagian Humas dan Protokol.

Sedangkan untuk tingkat Kecamatan Banjarmasin Utara, Timur dan Selatan. Kemudian untuk zona kuning ada Kecamatan Banjarmasin Barat, Dinas Pendidikan, Bagian Pemerintah, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Bagian Hukum.

Baca Juga: Resapan Anggaran APBD 2019 Jauh Dari Target, Hermansyah: Kepala SKPD Jangan Diberi Cuti!

Baca Juga: Disahkan DPRD, APBD Kalsel 2020 Rp6,9 Triliun

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pancing Partisipasi Pemilih, KPU Kalsel Gelar Lomba Ini
apahabar.com

Kalsel

Di Cafe The Panasdalam, Mila Karmila Nyanyi Lagu Bon Jovi
pasar

Kalsel

Kadis Pasar Kotabaru Terjerat Korupsi akibat Staf Tak Bekerja
apahabar.com

Kalsel

Jadi Korban Tabrak Lari, Warga Persada Permai Tewas

Kalsel

Aksi Kecam Presiden Perancis di Kalsel, Massa Tuntut Putus Hubungan Diplomatik!
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Ditinggal Salat, Si Jago Merah Ngamuk di Jalan Veteran Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Masjid Alkaromah Sempat Panas, Ketua DPRD Banjar Ungkap Provokatornya
apahabar.com

Kalsel

KPA Balangan Bagi Masker Gratis Sambil Galang Dana Kebakaran 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com