apahabar.com
Sekda Banjar M Hilman (tengah) berfoto bersama dengan Dandim 1006 Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto (tengah), dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, H Irwan Kumar (kiri). Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, MARTAPURA – Menyambut datangnya musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mulai melakukan sejumlah pencegahan. Pada Rabu (11/12) pagi tadi, mereka menggelar Rapat Koordinasi Antisipasi dan Kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, di Aula Barakat Sekda Banjar.

“Kondisi geografis Kabupaten Banjar memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Rakor ini diharapkan menghasilkan rumusan-rumusan terbaik dan perencanaan-perencanaan yang matang dalam mengatasi permasalahan tersebut,” ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Mokhammad Hilman dalam sambutan Bupati Banjar.

Sebagai daerah yang rawan, kata dia, diperlukan usaha untuk mengurangi resiko terjadinya bencana dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal daerah. Sehingga pemerintah daerah bersama-sama masyarakat dapat dengan mudah mengambil langkah-langkah yang tepat dan cepat.

“Dengan ketepatan dan kecepatan dalam mengambil tindakan, diharapkan dampak dari kejadian bencana dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat di minimalisir,” ungkapnya

Bupati Banjar katanya, meminta seluruh elemen untuk berkomitmen menangani kejadian bencana dengan cepat, tepat serta langsung menyentuh masyarakat.

“Jalin terus komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait, tetap bersinergi dengan baik dan saling bahu membahu apabila jika bencana benar-benar terjadi,” pesannya.

Rakor yang dihadiri seratus orang peserta ini, diikuti perwakilan dari instansi pemerintah, forkopimda, danwil, kapolsek, camat hingga organisasi terkait.

Dalam pemaparan data yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Banjar disampaikan bahwa analisis curah hujan bulan november 2019 di Banjar berada di kategori rendah hingga menengah.

Sedangkan Prakiraan curah hujan Januari-Maret 2020 berapa di kategori menengah (200-300 mm) hingga tinggi (301-400 mm). Puncak musim hujan diprakirakan bulan Desember 2019-Januari 2020. Tingkat potensi banjir bulan Desember 2019-Februari 2020 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.

Baca Juga: Waspada Bencana Musim Pancaroba

Baca Juga: Duka Musim Dingin, ACT Kalsel Serukan Kepedulian untuk Palestina

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini