ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Politik

Minggu, 8 Desember 2019 - 11:01 WIB

Satu Visi Politik Tanpa Mahar, Denny Optimis Peroleh Rekomendasi NasDem di Pilgub Kalsel

Redaksi - apahabar.com

Denny Indrayana (tengah) saat menghadiri acara silaturahmi dan Konsolidasi bersama DPP Partai NasDem. Foto-Istimewa

Denny Indrayana (tengah) saat menghadiri acara silaturahmi dan Konsolidasi bersama DPP Partai NasDem. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Denny Indrayana optimis akan memperoleh rekomendasi Partai NasDem di Pilgub Kalsel 2020 nanti.

Optimisme itu lahir bukan tanpa alasan. Mengingat, Denny Indrayana dan Partai NasDem dinilai satu komitmen dalam memperjuangkan politik tanpa mahar.

“Saya pikir setiap partai politik dan calon harus punya prinsip itu (Politik tanpa mahar, red),” ucap Denny Indrayana kepada apahabar.com, Sabtu (7/12) malam.

Mahar dan politik uang, kata dia, seakan meracuni demokrasi di Indonesia. Justru akan melahirkan pesta korupsi di Tanah Air.

“Itu yang harus kita perangi, termasuk semua partai politik,” tegasnya.

Secara pribadi, Denny optimis akan diusung oleh partai besutan Surya Paloh tersebut.

Apapun hasilnya nanti, mantan staf khusus presiden SBY ini sangat menghormati proses di internal Partai Nasdem.

“Saya sudah bertemu dengan pimpinan partai. Saya meyakini itu komitmen yang dijalankan secara konsisten,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad HI Ali sangat gencar menggaungkan politik tanpa mahar.

“Nasdem memilih pemimpin berdasarkan ide dan gagasan. Bukan karena uang,” bebernya.

Nasdem akan mendorong generasi terbaik agar bisa berkontribusi membangun demokrasi yang cerdas di Kalsel.

“Untuk memperoleh rekomendasi Partai Nasdem, tak perlu berkenalan dengan wakil ketua umum, atau pengurus DPP Partai NasDem. Bahkan, tak perlu juga
membawa satu koper uang. Karena itu tidak menjadi syarat Partai NasDem,” tegasnya.

Partai NasDem akan menyaring calon kepala daerah melalui hasil 8 lembaga survei.

Dari hasil itu, dipilih untuk diberikan rekomendasi usungan partai berdasarkan kriteria yang diharapkan masyarakat.

Calon kepala daerah yang diusung adalah putera terbaik, tidak mesti kader partai.

“Kita bisa membaca keinginan publik lewat lembaga survei. Jika sudah tahu tidak berpotensi jangan kita paksakan,” pungkasnya.

Baca Juga: Pidato di Depan Waketum, Ketua Nasdem Kalsel Isyaratkan Mundur

Baca Juga: Rakernas Ricuh, Kongres PAN Mengawang-awang

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Debat Kedua, Jokowi Andalkan Data Menteri, Prabowo Libatkan Pakar
apahabar.com

Politik

PLN Tapin Jamin Tak Ada Pemadaman Saat Pemilu 2019
apahabar.com

Politik

Melihat Peluang Andin-Guru Oton Menuju di Pilkada Banjar
apahabar.com

Politik

Maruarar Sirait: Gibran Figur Unik Maju Pilkada Surakarta
apahabar.com

Politik

Dibilang Tak Bisa Bersaing, Andin Tepis Keraguan di Pilbup Banjar
apahabar.com

Politik

Pilkada Banjarbaru: Alasan PKS Beri Nilai Beda Dokter Halim
apahabar.com

Politik

TKD Kalsel Siapkan Saksi Kawal Suara Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Politik

Usung Budaya Betawi, TPS Jokowi Nyoblos
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com