apahabar.com
Atlet dayung Indonesia latihan di Hotel Camayan Beach, Subic, Filipina. Foto-Antara.

apahabar.com, FILIPINA – SEA Games 2019 komplet dengan permasalahannya. Kali ini akibat cuaca buruk memaksa atlet dayung Indonesia latihan di kolam renang.

Tim dayung kano dan kayak Indonesia, harus berlatih di kolam renang Hotel Camayan Beach, Subic, Filipina menyusul datangnya badai (topan) Tisoy berkecepatan 60 hingga 120 kilometer per jam yang melewati Teluk Subic. Sehingga sesi latihan hari Selasa dan Rabu (3-4 Desember) ditiadakan.

Untuk menjamin keselamatan, semua atlet diminta tetap tinggal di hotel. Perahu-perahu diangkut dari tempat lomba dan diamankan di sebuah gedung bulu tangkis. Jadwal lomba dayung kano, kayak, TBR (traditional boat race) dan rowing diundur hingga 6-7 Desember 2019.

Pelatih kepala Mohamad Suryadi didampingi pelatih Dian Kurniawan dan Roinadi, memimpin latihan di Hotel Camayan Beach, diawali lari pagi di sepanjang pantai, kemudian menyewa perahu wisata untuk berlatih di kolam renang hotel.

Latihan diikuti atlet kano Riska Andriyani (24 tahun) untuk nomor C1 200 dan 500 meter, Anwar Tarra (32) dan Yuda Firmansyah (24) nomor C2 1.000 meter, Spens Stuber Mehue (29) C1 200 meter dan C2 200 meter bersama Marjuki (28), Maizir Riyondra (27) K1 1000 meter.

Tim negara lain pun mengikuti, termasuk tim Myanmar, Thailand dan Kamboja. Tim kano dan kayak Indonesia beranggotakan 6 atlet dan 6 ofisial.

Mereka sebelumnya tiba di Bandara NAIA (Ninoy Aquino International Airport), Manila, Jumat malam (29/11) lalu. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan bus selama 8 jam menuju Teluk Subic sejauh 180 kilometer. Perjalanan benar-benar tersendat karena proyek pembangunan jalan tol layang pelabuhan Manila.

Tiba di Subic keesokan harinya, Sabtu (30/11) pukul 07.00 pagi, tim beristirahat di hotel beberapa jam, kemudian menuju tempat lomba di pantai Malawaan Park sejauh 12 kilometer untuk melihat 4 perahu kano dan kayak yang dikirim dari Jakarta beberapa hari sebelumnya.

Namun, tim tidak diizinkan turun ke air, karena panitia belum menyiapkan tim penolong, sebagaimana prosedur standar. Keesokan harinya, Minggu (1/12), panitia kembali tidak mengizinkan latihan di air karena alasan tidak ada jaminan asuransi keselamatan.

Latihan di air, baru bisa dilakukan para atlet pada Senin (2/12) pagi hingga siang hari. Senin malam, semua perahu diamankan di sebuah gedung bulu tangkis guna mengantisipasi datangnya badai.

Sementara tim TBR (traditional boat race) Indonesia dijadwalkan tiba Selasa (3/12) menggunakan pesawat Malaysian Airlines, berhubung Bandara NAIA Manila ditutup sejak pukul 11.00 hingga 23.00, kemungkinan baru akan tiba Rabu (4/12) di Subic.

Baca Juga: Target Tiga Emas Cabor Menembak di SEA Games 2019 Terpenuhi

Baca Juga: Deni Tak Menyangka Raih Emas Angkat Besi SEA Games 2019

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin