apahabar.com
Wajah tegang pertama kali Nasruddin memasuki ruang Media Center saat Polres HST menggelar Konfrensi Pers, Selasa siang. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Setelah resmi menjadi tersangka dan sekarang sudah masuk sel tahanan, Nasruddin, nabi palsu ini mengikuti Kepolisian Resort Hulu Sungai Tengah (Polres HST) menggelar keterangan pers di ruang Media Center, Selasa (3/12).

Sebelum memaparkan ajarannya, sedikit canggung. Nasruddin mengucapkan kalimat yang diyakininya (terkait mukjizat yang diberikan padanya).

“… apakah tidak cukup bagi mereka bahwa kitab yang dibacakan pada mereka. Sesungguhnya demikian diantara peringatan nabi bagi kaum beriman. Jadi pembuktiannya itu hanya dapat disampaikan ketika kita (saya) menerangkan Allah itu benar atau salah,” ucap Nasruddin sedikit terbata.

Dia juga berujar dan melontarkan kalimat berupa sindiran. “Sebaiknya jangan keburu ikut menyalahkan sebelum membuktikan ayat-ayat Allah yang didengar secara langsung,” pesan dia dengan pengucapan yang tersendat-sendat.

Lama-kelamaan rasa canggungnya menghilang, dan berubah menjadi rasa percaya diri. Ia pun menjawab semua pertanyaan yang dilempatkan para wartawan terkait keyakinannya.

Bagi Nasruddin 2 kalimat syahadat yang diyakininya yakni, Allah hanya satu, roh kudus rasul Allah. Sedangkan untuk jamaahnya yakni, Engakulah ya roh kudus rasul Allah, Nasruddin yang diperintah Allah.

“Ini perlu ditambahkan, yang dimaksud perintah Allah adalah menerapkan Alquran itu dia termasuk orang diperintah Allah. Nah ini pembuktiannya apakah benar diperintah atau tidak tentu saja harus didengarkan penjelasannya. Seperti surah Ibrahim, apakah kita orang mengada-ada atau apa adanya. Itu hanya bisa dibuktikan dengan didengarkan,” kata Nasruddin.

Pemahaman yang dia dapatkan terkait keyakinannya itu. Dengan percaya diri Nasruddin menceritakan asal muasal mendapat petunjuk.

“29 tahun lalu saya kedatangan roh kudus di rumah (Desa Bandang). Asalnya ditandai dengan cahaya saja. Jadi apa-apa perbuatan saya yang merubah ke bahasa saya, kata pembaiatan itu berasal dari kedatangan itu,” cerita Nasruddin dengan tegas.

Alfurqon merupakan kitab hasil saduran dari ayat-ayat oleh Nasruddin sendiri, dinilainya sama dengan munculnya Alquran yang  pada masanya ditentang kehadirnnya.

“Kitab Tuhan itu satu lagi yang sangat rahasia yakni Alfurqan. Sebagaimana Alquran, dia juga ditentang saat kemunculannya. Isi Alfurqon ayat-ayat dari Alquran  yang telah saya tafsir berdasarkan bimbingan. Namun hanya bisa dipercaya ketika kita mendengarkan ayat-ayat Allah,” terang dia.

Proses pembuatan Alfurqon, lanjut Nasruddin, seiring kejadian. Baru diterangkan (diterjemahkan).

“Ketika ada kejadian, seperti kejadian ini baru ditambahkan ke dalam Alfurqon. Jadi tidak sembarangan. Semaunya harus berdasarkan situasi perjalanannya,” tutupnya.

Baca Juga: Nabi Palsu di Benawa HST Resmi Ditahan!

Baca Juga: Polisi Temukan Fakta Baru dari Pengaku Nabi Terakhir di HST

Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Pengaku Nabi Terakhir di HST Belum Ditahan

Baca Juga: Pengaku Nabi Terakhir di HST Diciduk di Rumahnya, Polisi Temukan Barang Bukti

Baca Juga: Heboh Nabi Terakhir di Benawa HST, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Syarif