Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Sempat Ingkari Kerasulan Nabi Muhammad SAW, Filsuf Ini Mendadak Masuk Islam

- Apahabar.com Minggu, 29 Desember 2019 - 09:34 WIB

Sempat Ingkari Kerasulan Nabi Muhammad SAW, Filsuf Ini Mendadak Masuk Islam

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Seorang Filsuf abad ke 10 Masehi mendadak masuk Islam tanpa paksaan. Padahal sebelumnya, dia mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW. Apa yang terjadi?

Filsuf abad pertengahan itu bernama Abu al-Khayr al-Ḥasan ibn Suwar Ibn al-Khammar. Dia berasal dari Baghdad Irak. Pada mulanya, dia mengingkari kenabian dan kerasulan nabi Muhammad SAW.

Sumber utama yang menyingkap kehidupannya adalah artikel yang ditulis al- Syahraruzi. Dia menuliskannya berdasarkan penuturan Ibnu Ushaibia dan al-Baihaqi. Al-Syahraruzi menceritakan karier al-Khammar. Misalnya, perjalanan al- Khammar ke Ray, Persia, sekitar 1002 M.

Di sana, dia mendedikasikan sebuah karyanya kepada penguasa setempat bernama Abu Sa’d Muhammad al-Hamadani. Selanjutnya, ia pindah ke Khawarizm bersama ilmuwan terkenal, Ma’mun bin Muhammad bin Khawarizmsyah.

Ketika menetap di kota yang berada di wilayah Asia Tengah itu, dia menulis buku berjudul Maqala fi Imtihan al-Atibba yang dipersembahkan untuk Sultan Abu al- Abbas Ma’mun. Selama 15 tahun, dia berada di sana, lalu dia pindah ke Ghaznah. Pada saat itulah, Sultan Ma’mun memintanya masuk Islam. Namun, al Khammar keberatan. Tiada paksaan dari sultan. Beberapa waktu kemudian, tokoh itu tiba-tiba menjadi Muslim dengan sendirinya.

Keluarga al-Khammar adalah penganut Nasrani aliran Nestorian. Akan tetapi, dia lantas menjadi seorang Muslim setelah melalui pengalaman religius yang membuatnya sangat terkesan. Ada kisah di balik kepindahan agama al-Khammar.

Suatu hari, dia bertemu guru agama yang sedang mengaji. Ketika mendengar lantunan Alqur’an bersuara merdu, dia pun tersentuh. Dia segera menangis tersedu selama hampir satu jam. Pada malam harinya, dia bermimpi bertemu Rasulullah. Nabi Muhammad muncul di hadapannya dan berkata dengan tegas, “Tidak pantas bagi orang berpengetahuan seperti engkau mengingkari kenabianku.”

Dalam mimpinya, dia masuk Islam. Setelah terbangun, dia merasa takjub. Tak berpikir panjang, al-Khammar segera menyatakan keislamannya secara terbuka.

Dia bertekad menjadi Muslim seutuhnya. Setelah itu, tokoh ini gencar mempelajari ilmu hukum Islam (fikih). Al-Khammar berusaha menghafal Alquran walau usianya tidak muda lagi. Luka serius setelah terjatuh dari kuda menjadi penyebab dia menghembuskan napas terakhir di Ghazni, Afghanistan.

Baca Juga: Haul ke-15, Kamar Wisma Sultan Sulaiman Sudah Habis Diborong …

Baca Juga: Tampung 300 Orang, Aula Wisma Sultan Sulaiman Martapura Gratis untuk Jemaah Haul ke 15…

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Mulai Hari Ini, Saudi Hanya Izinkan 6.000 Jemaah Umrah
apahabar.com

Hikmah

Sedekah Bernilai Besar, Kyai Ma’ruf: Inilah Saatnya
apahabar.com

Habar

Jelang Haul Guru Sekumpul, Gerakan Politik Diwaspadai
apahabar.com

Habar

Tablig Akbar Ustaz Somad Digelar Malam Ini, Lihat Denah Lokasinya
apahabar.com

Religi

Umar bin Abdul Aziz Tolak Warisan Kebun Luas di Khaibar
apahabar.com

Habar

Ziarah Makam Datu Gadung, Aulia yang Diberi Nama Sahabat Nabi
apahabar.com

Religi

Masjid Al A’la Simbol Dakwah Islamiah di HST
apahabar.com

Habar

Ketua IDI Banjarmasin: Hindari Makanan dan Minuman Ini Ketika Sahur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com