Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak BREAKING NEWS: BNN Benarkan Tangkap Oknum DPRD Tala Saat Pesta Sabu

Sepanjang 2019, Arus Peti Kemas di Trisakti Banjarmasin Capai 11 Persen

- Apahabar.com Senin, 30 Desember 2019 - 18:40 WIB

Sepanjang 2019, Arus Peti Kemas di Trisakti Banjarmasin Capai 11 Persen

Direktur Teknik dan TIK Joko Noerhudha bersama CEO Pelindo III Banjarmasin, Boy Robyanto memantau CCTV. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Per Desember 2019, arus peti kemas (throughput) di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin secara year on year (yoy) mengalami peningkatan sebesar 11 persen.

Mengingat, pada Desember 2018 kemarin throughput mencapai 479.000 TEUs. Adapun Desember 2019 ini mencapai 530. 000 TEUs.

“Adapun kapasitas kita hanya 600.000 TEUs. Itu sudah terlalu sesak,” ucap CEO Pelindo III Banjarmasin, Boy Robyanto kepada apahabar.com, Senin (30/12) sore.

Kenaikan arus peti kemas ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Artinya peti kemas merupakan barang yang menarik,” bebernya.

Ia tak bisa menargetkan terlalu tinggi arus peti kemas 2020 mendatang. Mengingat limit dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin hanya mencapai 600.000 TEUs.

“Sedangkan tahun depan ditingkatkan menjadi 735.000 TEUs,” ungkapnya.

Sejauh ini, kondisi lahan masih menjadi kendala dalam peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Bisa jadi karena kekurangan lahan atau volume keluar tak tepat,” bebernya.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan TIK Pelindo III, Joko Noerhudha mengatakan pihaknya berencana membeli 5 unit Elektrik Rubber Tyred Gantry (RTG) dan Container gantry Crane (CC).

Adapun RTG merupakan alat bongkar muat container yang dapat bergerak dalam lapangan penumpukan.

Biasanya berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan container dari dan ke atas trailer atau sebaliknya dalam area penumpukan sesuai dengan block, slot, row, dan tier.

Sedangkan CC adalah alat bongkar muat container yang dipasang permanen di pinggir dermaga dengan menggunakan rel.

Sehingga dapat bergeser yang berfungsi untuk bongkar muat container dengan jangkauan atau row yang cukup jauh.

Adapun, harga RTG sekitar Rp30 miliar per unit dan CC sekitar Rp70 miliar per unit.

“Kita ingin memastikan perkembangan interline peti kemas Banjarmasin bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya.

Baca Juga: Resolusi Pelindo III Banjarmasin di 2020; Tambah Alat Bongkar Muat Berharga Ratusan Miliar

Baca Juga: PLN Ikut Keputusan Pemerintah soal Pembatalan Kenaikan Tarif

Baca Juga: Kotabaru (Masih) Menanti Dana Bagi Hasil Migas di Blok Sebuku

Baca Juga: Sepanjang 2019, Harta Bos Facebook Terpantau Melonjak

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Emas Berjangka Jatuh Akibat Dolar Menguat
apahabar.com

Ekbis

Tunggu Paket Stimulus AS, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Gojek Umumkan Pengganti Nadiem Makarim
apahabar.com

Ekbis

PHRI Sumsel Dorong Hotel Siapkan Paket Khusus
apahabar.com

Ekbis

Jarang Gunakan Uang Koin Bikin Inflasi, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Sudah Transfer Uang Kartu Prakerja Gelombang 1
apahabar.com

Ekbis

Melaju di Zona Hijau, Rupiah Menguat Lagi
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Pelonggaran Lockdown Sejumlah Negara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com