Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng

Sepanjang 2019, BNPB: 3.622 Bencana Telan 475 Korban Meninggal

- Apahabar.com     Selasa, 17 Desember 2019 - 23:21 WITA

Sepanjang 2019, BNPB: 3.622 Bencana Telan 475 Korban Meninggal

Ilustrasi bencana. Foto-kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah bencana yang melanda wilayah di Indonesia tercatat menelan ribuan warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekap terdapat 3.622 bencana mengakibatkan 475 korban yang meninggal dunia selama 2019.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo merinci 475 orang meninggal dunia dan 108 orang hilang.

“Sepanjang 2019, terjadi 3.622 bencana. Selain korban meninggal dunia dan hilang, 3.408 orang luka-luka dan enam juta orang mengungsi,” kata Agus saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa.

Agus mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, bencana yang terjadi sepanjang 2019 hingga 16 Desember kebanyakan bencana hidrometeorologi, yaitu sebanyak 3.586 kejadian atau 99 persen. Sisanya, 36 kejadian atau hanya satu persen adalah bencana geologi.

Namun, meskipun hanya 36 kejadian, bencana geologi terutama gempa bumi menyebabkan dampak yang besar. Sepanjang 2019 terjadi gempa merusak sebanyak 29 kali.

“Akibat gempa 69 orang meninggal duia, 1.905 orang luka-luka, dan 311.874 orang mengungsi. Gempa juga menyebabkan 21.554 unit rumah rusak,” ujar dia.

Provinsi yang paling banyak mengalami bencana adalah Jawa Tengah (859 kejadian), Jawa Barat (672 kejadian), dan Jawa Timur (582 kejadian).

Sedangkan kabupaten/kota yang paling banyak mengalami bencana adalah Kabupaten Bogor (128 kejadian), Kota Semarang (78 kejadian), dan Kabupaten Magelang (65 kejadian).

Agus mengatakan BNPB telah menggunakan pagu dana siap pakai untuk penanggulangan bencana sebesar Rp7,188 triliun. Dari total dana siap pakai tersebut, paling banyak digunakan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, yaitu Rp3,8 triliun.

Baca Juga: Mediasi Warga Antar Baru dan PT BPP Ditunda

Baca Juga: Walau Kecolongan Pungut Retribusi, Pariwisata di Kotabaru Melejit Naik

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

VIDEO: Dua Kali Tersengat, Nyawa Maskot Banjarmasin Itu Tak Tertolong
Meratus

Kalsel

Tak Kantongi SK, Hutan Adat Kalsel Masih Terganjal Perda

Kalsel

Komentar ASN Asal Tanbu Usai Pelantikan Sekdakot Banjarmasin Ditunda

Kalsel

Pelaku Ungkap Kronologi Tombak Pemuda di Sungai Andai Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Libur Lebaran, Layanan IGD RSUD Ulin Standby 24 Jam
Pengedar Sabu

Kalsel

Lagi! Polisi Gulung Pengedar Sabu Simpang Empat Tanbu
Banjir Kalsel

Kalsel

BANJIR KALSEL: Dinas Lingkungan Hidup Beber 2 Faktor, ULM Mulai Pemetaan Spasial

Kalsel

Pasien Tabrak Lari Tak Diperiksa Dokter, SOP RS Idaman Banjarbaru Dipertanyakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com