Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar Sopir di Banjarmasin Setop Logistik ke Palangka Raya, Ada Apa? Resmi, Batola Laksanakan PSBB Jilid Kedua Horee, Insentif Tenaga Medis di Banjarmasin Segera Dibayar Kebakaran Jalan Manggis, Korban Tinggal Baju di Badan




Home Religi Tokoh

Senin, 16 Desember 2019 - 09:58 WIB

Setelah Ayah dan Nenek, Ulama Ini Berjasa Besar Membimbing Abah Guru Sekumpul

Rizky p - Apahabar.com

Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) ketika masih muda. Foto-net

Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) ketika masih muda. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Masyhurnya Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul tidak terlepas peran para pembimbing sejak kecil. Setelah ayah dan nenek, ulama yang satu ini berperan besar membimbing Abah Guru menjadi sosok yang berilmu mumpuni.

Ulama tersebut adalah Syekh Seman Mulya yang tak lain adalah paman dari Abah Guru sendiri. Sejak kepulangan dari menimba ilmu di Timur Tengah, Guru Seman selain mengajar di Pondok Pesantren Darussalam, juga menggelar majelis di kediamannya di Keraton.

Menurut Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri, di awal-awal Guru Seman Mulya menggelar majelis di kediamannya, Abah Guru belum ikut belajar.

“Saat itu, Guru umpat besurung (membagikan) kopi,” ujar Guru Banjar Indah –akrab Guru Syaifuddi dikenal-.

Abah Guru, kata Guru Banjar Indah, saat itu membagikan gelas kopi kepada para santri Guru Seman saat majelis digelar.

Baca juga :  Masjid Ini Dipercaya Mengeluarkan Minyak, Benarkah?

Meski belum ikut belajar, perhatian Guru Seman tercurah banyak pada Abah Guru yang masih kecil. Seperti yang masyhur diceritakan, saat kecil Abah Guru diajak temannya bermain ke pasar Martapura. Pasar Martapura berjarak sangat dekat dengan Pasar Martapura, yakni hanya berkisar ratusan meter.

Saat berjalan mau ke pasar, tiba-tiba Abah Guru melihat Guru Seman sedang mengawasi dari kejauhan. Gerak-gerik Abah Guru terus dipantau dan dimata-matai oleh Guru Seman.

Bentuk perhatian lain Guru Seman kepada Abah Guru, pernah diceritakan Abah Guru di majelis yang diasuhnya. Suatu ketika, Abah Guru hadir di majelis ilmu. Ketika hati beliau tersentuh, sehingga sedikit lagi meneteskan air mata, Guru Seman menatap Abah Guru dengan membelalakkan mata (melotot), sehingga Abah Guru tak jadi menangis.

Setelah beranjak remaja, perhatian Guru Seman ditunjukkan dengan mengajar Abah Guru secara khusus, yakni di luar jam pelajaran di Pondok Pesantren Darussalam.

Baca juga :  Sah! Idul Fitri 1441 H pada Hari Minggu

“Setiap pagi sebelum ke Darussalam, Guru Zaini itu mendabit (mempelajari) tiga biji kitab lawan Guru Seman,” ujar KH Mahmud Hasil yang pada waktu itu ngekost di dekat rumah Guru Seman.

“Makanya, Guru Zaini itu alim salah satunya berkat didikan Guru Seman,” sambung Guru Mahmud.

Jika ditanya apa keistimewaan Guru Zaini di mata saya, kata Guru Mahmud. Maka jawabannya adalah ‘alim’.

“Benar-benar alim,” tegas Guru Mahmud, yang sempat belajar dengan Abah Guru sewaktu masih di Keraton, Martapura.

Baca Juga: Susuri Jalan Tasawuf Tak Biasa, Guru Seman Beri Makan Semut ‘Wadai Kelemben’

Baca Juga: Said Agil Munawar Ceritakan Betapa Mudahnya Syekh Yasin Bertemu Rasulullah

Baca Juga: Saat Miskin Qarun Pribadi Taat, Ketika Kaya Sembah Buaya

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Ceramah di ULM, Ustadz Khairullah Zein: Nabi Adalah Aktivis Pergerakan
apahabar.com

Religi

MU: Selamat Berpuasa untuk Seluruh Umat Muslim
apahabar.com

Habar

Polda Kalsel Larang Truk Melintas Sepanjang Perayaan Haul Guru Sekumpul Ke-15
apahabar.com

Religi

Awal Mula Persahabatan Datu Kelampayan dan Datu Sanggul yang Melegenda
apahabar.com

Habar

Haul ke-4 KH Irsyad Zein, Penulis Manakib Guru Sekumpul
apahabar.com

Religi

Pembangunan Masjid Syuhada Paringin Diiringi Salawat
apahabar.com

Habar

Masjid Sabilal Muhtadin Tetap Gelar Salat Jumat
apahabar.com

Tokoh

Begini Ceritanya Guru Khaliq Menjadi Qari di Sekumpul