Dampak Libur Panjang, Banjarbaru Kembali Zona Merah! Dikejar Polisi, ASN Buang Sabu dari Jendela Mobil di Banjarmasin Sejumlah Guru di Banjarbaru Positif Covid-19, 2 Sekolah Hentikan Pembelajaran Tatap Muka BREAKING NEWS! Kabar Duka, Ananda Suami Mama Lita MasterChef Meninggal Dunia Geger Buaya Pemangsa Petambak di Kotabaru Muncul ke Permukaan

Sumber Penyumbang Devisa, Disbunnak Harap Karet Jadi Penyokong Pembangunan Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 6 Desember 2019 - 18:26 WIB

Sumber Penyumbang Devisa, Disbunnak Harap Karet Jadi Penyokong Pembangunan Kalsel

Disbunnak Kalsel gelar Focus Group Discussion (FGD) ekspos akhir hasil penyusunan masterplan tanaman karet di Hotel Grand DaffamBanjarbaru, Jumat (6/12) pagi. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan, Suparmi meyakini, perkebunan karet mampu menjadi penyokong pembangunan daerah selain perkebunan sawit.

Hal tersebut dia katakan setelah melihat hasil capaian ekspor karet Kalsel yang berada di atas nasional.

apahabar.com

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan, Suparmi. Foto-Istimewa

“Karet bisa menjadi sumber salah satu devisa selain sawit. Kalau sawit nomor dua, harapan kami karet nomor tiga menjadi penyokong pembangunan di Kalsel,” ungkap Suparmi saat ditemui di acara Focus Group Discussion (FGD) ekspos akhir hasil penyusunan masterplan tanaman karet di Hotel Grand DaffamBanjarbaru, Jumat (6/12) pagi.

Kebutuhan karet di Kalsel kata dia sejauh ini mencapai 70 persen. Hal itu berkat disokong oleh 11 pabrik karet di Kalsel yang diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas lewat peremajaan dan intensifikasi karet.

“Kita memang sudah di atas nasional. Nasional 1000 kilogram per hektar per tahun, kita sudah 1031,” sebut dia

Ekspor karet juga telah dilakukan ke beberapa negara seperti  Amerika, Brazil, Jerman dan Cina. Dengan mengetahui pangsa negara ujarnya, Pemerintah melalui Dinas Perdagangan dapat memenuhi kriteria dan spesifikasi pasar yang dibutuhkan.

Sedang Disbunnak, bertugas untuk menyiapkan ketersediaan produksi produktivitas, hingga ke pengolahannya. Dengan tujuan akhir tidak lagi bergantung pada perusahan asing.

“Kita harapkan nanti ada industri spare part atau industri ban yang menggunakan karet, itu bisa dibangun di Kalsel. Sehingga penyerapan Bokar (bahan olah karet) lebih banyak di dalam negeri sendiri,” papar dia.

Lewat FGD yang digelar atas kerjasama Fakultas Perhutanan Universitas Lambung Mangkurat. Penyusunan masterplan dapat membantu untuk mendasari pembangunan perkebunan karet di Kalsel.

“Jadi memudahkan kita untuk membangun karet di Kalsel dari hulu sampai ke hilirnya,” imbuhnya.

Selama 5 bulan penyusunan, didapat 12 Kabupaten/Kota penghasil karet dan potensi terbesar berada di antara wilayah Banua Lima.”Yang terluas ada di Kabupaten Tabalong,” sebutnya.

Meskipun masterplan tersebut belum tersusun sempurna, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki. Namun menurut Suparmi, dengan membangun perkebunan yang memiliki kriteria 4.0 di era sekarang dapat meningkat produksi Kalsel maupun produktivitas perkebunan karet di Kalsel.

“Kita dorong pada saat harga karet turun,¬† sehingga petani masih bisa dapat penghasilan dari tanaman yang lain,” tutupnya

Baca Juga: Disalahgunakan Anak Punk, Kios Kosong di Minggu Raya Dibongkar

Baca Juga: Tour De Batola, Peserta Mendekati 1.000 Orang

Baca Juga: Duta Mall Buka Posko Cek Kesehatan Gratis

Baca Juga: Kado Manis di Hari Armada, 2 Prajurit Lanal Kotabaru Terima Penghargaan

Reporter: Musnita Sari
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Resmi Dibuka Lagi, Tahura Sultan Adam Raup Rp 1,6 Milliar Selama 2019
apahabar.com

Kalsel

Kembali Bertambah, Total Positif Covid-19 di Tanbu 301 Pasien
apahabar.com

Kalsel

Ini Uniknya Tradisi Sembelih Hewan Kurban di Masjid Al Jihad Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Tambah Empat Sungai Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Tak Pakai Masker 2 Pengunjung Pasar Upau Tabalong Diperintahkan Pulang
Cara Ibnu Sina Respons Penolakan Asrama BKD Jadi Pusat Karantina ODP

Kalsel

Cara Ibnu Sina Respons Penolakan Asrama BKD Jadi Pusat Karantina ODP
apahabar.com

Kalsel

Klaim Pasokan LPG ‘Melon’ ke Kalimantan Selatan Aman
apahabar.com

Kalsel

Lima Pejabat Baru Ditarget Kapolres Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com