Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home Religi Sirah

Jumat, 13 Desember 2019 - 16:02 WIB

Susuri Jalan Tasawuf Tak Biasa, Guru Seman Beri Makan Semut ‘Wadai Kelemben’

Uploader - Apahabar.com

Syekh Seman Mulya bersama keponakannya Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul. Foto- istimewa

Syekh Seman Mulya bersama keponakannya Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul. Foto- istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – KH Mahmud Hashil menyebut tasawuf itu terbagi kepada 4 kategori. Satu di antaranya, Tasawuf Syar’iyyin. Tasawuf yang satu ini sulit sekali dijalani. Salah satu orang yang mampu berjalan di jalan ini, kata Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Jati, Palangkaraya itu adalah Syekh Seman Mulya atau yang dulu akrab dikenal dengan Guru Seman Bujang.

Paman dari Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani tersebut, kata Guru Mahmud, adalah orang yang teliti menjaga diri dari apa yang dimakan, dipandang, pokoknya menjaga panca indera dari yang bertentangan dengan syariat.

“Beliau kalau berjalan ke Masjid tidak menoleh ke mana-mana, hanya dengan menundukkan kepala,” kenang Guru Mahmud.

Baca juga :  Mencintai dan Teladani Rasul SAW Jadi Tantangan Berat di Era Digital

Saya, sambung Guru Mahmud, sewaktu sekolah di Pesantren Darussalam, mengkost, di dekat rumah Guru Seman. Suatu ketika, Guru Seman memanggil.

“Nang (sebuta anak lelaki Banjar: Anang) ke mari,” ujar Guru Mahmud menirukan perkataan Guru Seman.

Guru Mahmud pun mendekat.

Guru Seman kemudian masuk ke dalam kamar rumahnya dan mengambil kue khas Banjar; Wadai Kelemben.

“Wah, pacangan (akan) makan nyaman (enak) anak kost,” pikir Guru Mahmud.

Setelah kue tersebut diserahkan ke tangan Guru Mahmud, Guru Seman berkata, “Berikan kepada semut. Jangan diberikan kepada manusia. Hati-hati dimakan ayam, karena ayam (bila disembelih dan dimasak) ada kemungkinan dimakan manusia.”

Baca juga :  Jemaah Salat Jumat Tetap Padati Masjid Darul Falah Tanbu

“Beliau mungkin menerima hadiah, yang hadiah tersebut tidak didapat dari jalan yang halal,” terang Guru Mahmud, menceritakan betapa berhati-hatinya Guru Seman dengan apa yang masuk ke perutnya dan ke perut orang lain.

Baca Juga: Tajamnya Pandangan Guru Seman Mulya; Mengetahui Muridnya yang Datang Mengaji tanpa Izin Suami

Baca Juga: Guru Seman dan Cara Unik Membimbing Murid

Baca Juga: Mendengar Khotbah Guru Seman, “Pertikaian” Berujung Damai

Baca Juga: Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah

Baca Juga: Belajar Ketelitian pada Secangkir Kopi Guru Seman Mulya

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Fatwa MUI tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim Terinfeksi Covid-19
apahabar.com

Habar

Lebaran di Tengah Pandemi, MUI Imbau Halal Bihalal Via Online
apahabar.com

Habar

Jemaah Salat Jumat Tetap Padati Masjid Darul Falah Tanbu
apahabar.com

Habar

Berikut Fatwa Muhammadiyah Jika Wabah Corona Terjadi Selama Ramadan
apahabar.com

Religi

Hari Jum’at, Inilah Kebiasaan Rasulullah
apahabar.com

Religi

Malam Tahun Baru, MUI: Jangan Bakar Petasan
apahabar.com

Religi

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi
apahabar.com

Habar

Masjid Al Karomah Masih Gelar Salat Jumat, Ketua MUI Banjar Beri Tanggapan