ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Habar Religi

Minggu, 22 Desember 2019 - 13:17 WIB

Tanggapi Ucapan Selamat Natal, Muhammadiyah: Kembalikan ke Pilihan Setiap Muslim

Redaksi - apahabar.com

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.
Foto-Republika

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Foto-Republika

apahabar.com, JAKARTA – Menanggapi perbedaan pendapat dalam Islam dalam mengucapkan selamat kepada hari raya pemeluk agama lain, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menuturkan, ucapan Hari Natal kepada umat beragama yang merayakannya dikembalikan pada pilihan masing-masing Muslim.

“Di dalam umat Islam sendiri ada pandangan yang berbeda. Sebagian membolehkan, sebagian melarang. Soal perbedaan pandangan ini tidak perlu dipertajam agar energi umat tidak terkuras membahas masalah khilafiah,” kata dia seperti dilansir apahabar.com dari Republika.co.id, Minggu (22/12).

Kementerian Agama, kata Mu’ti tidak perlu sampai mengatur soal pengucapan Hari Natal. “Menteri Agama tidak perlu mengimbau atau melarang mengucapkan Natal. Itu wilayah keyakinan yang tidak bisa dicampuri,” ujarnya.

Mu’ti juga menanggapi pelarangan sweeping. Menurutnya, sweeping memang seharusnya tidak dperbolehkan. “Semua pihak hendaknya bertoleransi dan memberikan kesempatan kepada umat Kristiani untuk merayakan Natal dengan damai,” ucapnya.

Baca juga :  Cek Fakta, Majelis Asuhan Guru Syaifuddin Zuhri Dikabarkan Kembali Aktif

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi meminta agar tidak ada aksi sweeping dalam perayaan Natal dan tahun baru. Dia mengatakan solidaritas dan toleransi harus dikedepankan. “Saya kira dari dulu juga tidak ada (sweeping),” kata dia dilansir di laman Kemenag.

Menag Fachrul juga meminta semua pihak untuk bisa saling menghargai, termasuk dalam menyikapi perbedaan pendapat. Dia berharap perayaan natal tahun ini tidak mengalami kendala apa pun.

Sesuai UU Dasar 1945, seluruh rakyat Indonesia punya hak yang sama untuk menjalankan agamanya. “Jadi sudah sama-sama paham. Mudah-mudahan tidak akan ada masalah. Yang lalu-lalu pun tidak pernah ada masalah,” tuturnya.

Baca juga :  Kalsel Kembali Berduka, Ulama Sepuh Ini Tutup Usia

Fachrul juga meminta masyarakat Muslim untuk tidak mempermasalahkan ucapan selamat Hari Natal. Menurut dia, tiap orang punya hak untuk menjalankan apa yang dia yakini.

Namun yang penting, jangan sampai hak yang diyakini tersebut mengganggu hak orang lain. “Kalau ada yang tidak mau mengucapkan (selamat Hari Natal), silakan. Tapi kalau ada yang mengucapkan kepada temannya selamat Hari Natal, ya itu juga hak dia. Kita tidak bisa melarang,” imbuhnya.

Baca Juga: Puncak Haul Guru Sekumpul Ditetapkan 1 Maret 2020

Baca Juga: Jelang Haul Guru Sekumpul, Gerakan Politik Diwaspadai

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Jemaah Haul Datuk Kelampayan Larut dalam Lantunan Syair ‘Maulid Sekumpul’
Cegah Virus Corona Tersebar, Kegiatan Isra Mi'raj di Masjid Sultan Suriansyah Dibatalkan

Habar

Cegah Virus Corona Tersebar, Kegiatan Isra Mi’raj di Masjid Sultan Suriansyah Dibatalkan
apahabar.com

Habar

Tangkal Corona, Warga Turki Sembelih 180 Ekor Domba
apahabar.com

Religi

Beruntungnya Berteman Orang Baik, Abu Darda Mengalaminya
apahabar.com

Habar

Siapkan Santri Unggul, Ikatan Pesantren Indonesia Cabang Banjar Gelar Musyawarah Pertama
apahabar.com

Religi

Perasaan Tak Enak, Ini Doanya
apahabar.com

Habar

Pengajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Cara Masuk Surga Lebih Cepat dari Bidadari
apahabar.com

Habar

Kiai Ma’ruf Hadiri Pengajian Guru Bakhiet
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com