Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Tunggu Rincian Perdagangan AS-China, Pasar Mata Uang Stabil

- Apahabar.com Selasa, 17 Desember 2019 - 09:13 WIB

Tunggu Rincian Perdagangan AS-China, Pasar Mata Uang Stabil

Petugas menata uang Dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (28/11).Foto-Antara/Aditya Pradana Putra

apahabar.com, NEW YORK – Pasar valuta asing relatif stabil pada akhir perdagangan Senin (16/12) mengantisipasi perincian lebih lanjut dari perjanjian perdagangan Amerika Serikat-China. Seperti diketahui, kesepakatan dagang fase pertama antara Washington dan Beijing telah selesai.

Kesepakatan yang diumumkan pada Jumat (13/12), setelah lebih dari dua setengah tahun perundingan maju-mundur antara Washington dan Beijing, akan mengurangi beberapa tarif AS untuk barang-barang China dengan imbalan pembelian produk-produk pertanian, manufaktur dan energi AS sekitar 200 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan. Tetapi meskipun delegasi perdagangan China menyatakan optimisme tentang kesepakatan itu, beberapa pejabat pemerintah berhati-hati.

“Kesepakatan itu adalah pencapaian bertahap, dan tidak berarti bahwa sengketa perdagangan diselesaikan sekali dan untuk semua,” kata sumber Reuters di Beijing.

Perhatian atas masa depan pembicaraan perdagangan mendorong indeks dolar turun 0,15, terakhir di 97,030. Yuan China dan dolar Australia yang sensitif terhadap perdagangan, keduanya turun dari tertinggi empat bulan pekan lalu.

“Investor valas melihat semi-kesimpulan dari kesepakatan ‘fase satu’ pada 12 Desember dan sangat gembira, tetapi kembali ke meja pada 13 Desember dengan perasaan memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban nyata,” kata Stephen Gallo, kepala strategi valuta asing Eropa di BMO Capital Markets.

Euro, yang telah melonjak terhadap dolar pada Jumat (13/12/2019) ke tertinggi empat bulan di 1,1199 dolar menarik kembali sebagian besar kenaikan tersebut, terakhir di 1,1146 dolar, namun naik sedikit selama perjalanan perdagangan Senin.

Yen Jepang, aset safe haven yang diuntungkan dari ketidakpastian pasar, mencapai level terendah dua minggu pada Jumat (13/12/2019). Yen sedikit lebih kuat pada Senin (16/12/2019) untuk perdagangan terakhir diperdagangkan di 109,57 yen per dolar.

Pergerakan diam pada Senin (16/12/2019) mungkin menjadi bukti kehati-hatian investor, “tidak ada yang benar-benar ingin mengambil terlalu banyak posisi besar hingga akhir tahun karena kurangnya likuiditas. Jadi Anda melihat hanya beberapa kelanjutan serta beberapa penyesuaian posisi,” kata Charles Tomes, manajer portofolio di Manulife Asset Management

Di tempat lain, sterling tetap didukung oleh harapan bahwa kemenangan pemilihan umum pekan lalu untuk Partai Konservatif Perdana Boris Johnson Inggris akan mengakhiri ketidakpastian jangka pendek Brexit. Pound diperdagangkan terakhir pada 1,335 dolar, menguat 0,19 persen hari itu.

Baca Juga: Jengkel, Jokowi Sebut Impor Migas Hambat Transformasi Ekonomi

Baca Juga: Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis Perdagangan Jasa

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Persediaan Elpiji di Banjarmasin Aman, Bright Gas Kian Diminati
apahabar.com

Ekbis

Produksi Migas Naik, Kinerja Sektor Hulu Memuaskan
apahabar.com

Ekbis

Kini, Warga Kalsel Bisa Bayar Pajak Kendaraan Malam Hari
apahabar.com

Ekbis

Ditutup Melemah, Saham Singapura Perpanjang Kerugian
apahabar.com

Ekbis

Musim Dingin Kerek Harga Acuan Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

26 Mei, OJK Buka Kembali Kegiatan Pasar Modal
apahabar.com

Ekbis

3 Hari Ditindih Dolar AS, Rupiah Mulai Melawan
apahabar.com

Ekbis

Rindu Yogya, Ibu Rumah Tangga Ini Tawarkan Gudeg Kangen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com