BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Ujian Nasional Dihapus, Menteri Nadiem: Jamin Tak Buat Siswa Lembek

- Apahabar.com Kamis, 12 Desember 2019 - 05:15 WIB

Ujian Nasional Dihapus, Menteri Nadiem: Jamin Tak Buat Siswa Lembek

Ilustrasi Ujian Nasional (UN). Foto-Pikiran Rakyat.com

apahabar.com, JAKARA – Ujian Nasiona (UN) dihapus. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yakin tak akan membuat semangat belajar para siswa menurun.

UN yang digantikan dengan asesmen kompetensi, justru diyakininya akan menantang pihak sekolah.

“Yang men-challenge itu bukan muridnya, yang men-challenge itu buat sekolahnya untuk segera menerapkan hal-hal dimana pembelajaran yang sesungguhnya terjadi, bukan penghafalan. Ada pembelajaran, ada penghafalan. Itu hal yang berbeda,” ujar Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12).

Adapun pengganti UN yaitu asesmen kompetensi dan survei karakter bakal dimulai pada 2021. Nadiem menyebut nantinya asesmen kompetensi akan berdasarkan numerasi (matematika), literasi (bahasa), dan survei karakter.

“Assessment kompetensi enggak berdasar mata pelajaran. Berdasarkan numerasi, literasi dan juga survei karakter,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional. Menurutnya, format UN selama ini tidak sesuai dengan Kurikulum K-13.

“Sebab selama ini UN Nasional tidak konsisten dengan Kurikulum K-13 yang menekankan cara berpikir dan logika. UN lebih banyak hapalan. Padahal yang kita perlukan adalah mendidik anak-anak kita untuk mempunyai skill, seperti kemampuan literasi dan numerasi,” kata Hetifah di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (11/12/2019).

Namun, dia mengingatkan transisi sistem ke format baru tidak mudah dilakukan.

Hetifah menyebut pemerintah daerah, sekolah, guru, murid hingga orang tua harus mendapatkan sosialisasi terkait keputusan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Minta Dana Desa Dipakai Mulai Januari 2020: Utamakan Padat Karya

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Revitalisasi BUMDes

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Disengat Ratusan Lebah, Kakek Berusia 70 Tewas

Nasional

Disengat Ratusan Lebah, Kakek Berusia 70 Tewas
apahabar.com

Nasional

Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pemerintah Terus Berupaya Tekan Biaya Logistik
apahabar.com

Nasional

Menko Airlangga: New Normal Dilakukan Bertahap
apahabar.com

Nasional

SMSI Kalsel Siap Sukseskan Kongres I di Jakarta
DPR

Nasional

Wakil Ketua DPR: Pemahaman UU Cipta Kerja Masyarakat Belum Utuh
apahabar.com

Nasional

Bawaslu Temukan Puluhan Surat Suara Tercoblos di Barabai..!!
apahabar.com

Nasional

Kawal New Normal, Polri Siapkan 77.897 Personel
apahabar.com

Nasional

Ramai-Ramai Tolak Revisi Aturan Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com