Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang

Ujian Nasional Dihapus, Menteri Nadiem: Jamin Tak Buat Siswa Lembek

- Apahabar.com Kamis, 12 Desember 2019 - 05:15 WIB

Ujian Nasional Dihapus, Menteri Nadiem: Jamin Tak Buat Siswa Lembek

Ilustrasi Ujian Nasional (UN). Foto-Pikiran Rakyat.com

apahabar.com, JAKARA – Ujian Nasiona (UN) dihapus. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yakin tak akan membuat semangat belajar para siswa menurun.

UN yang digantikan dengan asesmen kompetensi, justru diyakininya akan menantang pihak sekolah.

“Yang men-challenge itu bukan muridnya, yang men-challenge itu buat sekolahnya untuk segera menerapkan hal-hal dimana pembelajaran yang sesungguhnya terjadi, bukan penghafalan. Ada pembelajaran, ada penghafalan. Itu hal yang berbeda,” ujar Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12).

Adapun pengganti UN yaitu asesmen kompetensi dan survei karakter bakal dimulai pada 2021. Nadiem menyebut nantinya asesmen kompetensi akan berdasarkan numerasi (matematika), literasi (bahasa), dan survei karakter.

“Assessment kompetensi enggak berdasar mata pelajaran. Berdasarkan numerasi, literasi dan juga survei karakter,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional. Menurutnya, format UN selama ini tidak sesuai dengan Kurikulum K-13.

“Sebab selama ini UN Nasional tidak konsisten dengan Kurikulum K-13 yang menekankan cara berpikir dan logika. UN lebih banyak hapalan. Padahal yang kita perlukan adalah mendidik anak-anak kita untuk mempunyai skill, seperti kemampuan literasi dan numerasi,” kata Hetifah di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (11/12/2019).

Namun, dia mengingatkan transisi sistem ke format baru tidak mudah dilakukan.

Hetifah menyebut pemerintah daerah, sekolah, guru, murid hingga orang tua harus mendapatkan sosialisasi terkait keputusan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Minta Dana Desa Dipakai Mulai Januari 2020: Utamakan Padat Karya

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Revitalisasi BUMDes

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erick Thohir Berlakukan Kategori Layanan Pesawat Bagi Karyawan BUMN
apahabar.com

Nasional

Sedang Berlibur, Dosen IPB Jadi Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Hari ini, Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Bertambah
pajak mobil

Nasional

Kemenkeu Beri Isyaratkan Setuju Mobil Baru Bebas Pajak
apahabar.com

Nasional

Pagi Buta, Asrama Papua Dilempari Karung Berisi Ular
apahabar.com

Nasional

Cegah Wabah Korupsi, Kaltim dan Kaltara Sepakat Dukung Stranas
Najwa Shihab

Nasional

Sebagian Pembaca Buku Lakukan Book Shaming, Ini Komentar Najwa Shihab
Dinas Komunikasi Informatika Statistik

Nasional

Viral! Bayi Bernama Dinas Komunikasi Informatika Statistik, Ayah: Ini Tak Lazim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com