BBM Langka, Kapolres Tabalong Ingatkan Warga Tidak Menimbun Pengungsi Sempat Reaktif, BBPPKS Kalimantan Sediakan Ruang Isolasi Pria Paruh Baya di Balikpapan Ditemukan Tewas Tergantung Pascabanjir HST, Tumpukan Sampah di Kota Barabai Capai 2.000 Rit Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter

Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan

- Apahabar.com Rabu, 29 Januari 2020 - 06:00 WIB

Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan

Petani saat memanen padi jenis IR 54 menggunakan mesin produk China di Galuh, Kulon Progo, Yogyakarta. Foto-merdeka.com/Arie Basuki

apahabar.com, JAKARTA – Dari Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2018, ada 88 kabupaten atau kota di Indonesia rentan rawan pangan. Dari jumlah tersebut sebagian besar berada di wilayah timur Indonesia.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan, kabupaten rentan rawan pangan lokasinya jauh dari ibukota provinsi atau daerah perbatasan dan terluar, atau merupakan kabupaten hasil pemekaran.

Baca Juga: Tingkatkan Investasi di Pasar Modal, BEI Gandeng BKPM

Ke-88 kabupaten tersebut memiliki masalah akses pangan karena minimnya infrastruktur untuk mendistribusikan pangan sehingga harga menjadi tinggi. Selain itu, karena faktor sumberdaya manusia (SDM) maupun sumberdaya alam (SDA).

“Di Papua misalnya, apa sih yang tidak bisa tumbuh disana. Tapi mungkin masyarakatnya perlu kita bangun, kita berdayakan hingga mereka mampu memproduksi sendiri,” kata Agung disela Rakernas Pembangunan Ketahanan Pangan di Bogor.

Oleh karena itu, Kementan menggandeng berbagai kementerian lainnya bersinergi mengatasi masalah-masalah dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan melalui berbagai intervensi program dan kegiatan.

“Kalau tidak super visi yang terjadi adalah kekurangan pangan karenanya pangannya dipasok dari luar. Kita ingin bangun mereka, intervensi mereka, mengajak untuk memproduksi sendiri. Syukur-syukur mereka punya cadangan pangan sendiri,” terangnya.

Tahun2020 ini, BKP juga fokus pada penguatan pasokan, distribusi dan cadangan pangan, dan pengembangan diversifikasi dan industri pangan lokal.

“Di tahun ini kita punya kegiatan inisiatif yaitu pertanian keluarga atau family farming dan Pertanian Masuk Sekolah yang fokus pada upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan,” ungkap Agung.

Selain itu, optimalisasi pemanfaatan pekarangan dilakukan melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang merupakan transformasi dari KRPL. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada kelompok wanita tani, tetapi diperluas jangkauannya ke karang taruna, pesantren atau lembaga lainnya, sehingga masyarakat berdaya dan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal dan memberdayakan UMKM sektor pangan lokal, BKP melaksanakan kegiatan Pengembangan Industri Pangan Lokal berbasis UMKM (PIPL1000) di 34 Provinsi.

Dalam pengentasan daerah rentan rawan pangan, distribusi, penguatan pasokan, dan cadangan pangan, serta diversifikasi, lanjut Agung, Kementan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 160 miliar.

“Untuk anggaran tersebut setiap daerah tentunya berbeda-beda. Papua tentu beda dengan Maluku, Maluku beda dengan Jawa,” kata Agung. (lip6)

Baca Juga: Lewat APIK, BI Gandeng Pelindo Kembangkan Puluhan UMKM di Banjarmasin

Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Melanda, Perusahaan di Kalsel Jangan PHK Pekerja!
apahabar.com

Ekbis

Rencana Vaksinasi Covid-19 di AS, Picu Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Rangkaian HPN 2020, Wartawan Dapat Ilmu Berbisnis Dari BNI
apahabar.com

Ekbis

Adaro Rehabilitasi Ribuan Hektare Lahan Kritis di Kabupaten Banjar
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, ASDP Setop Layanan Penumpang Feri
apahabar.com

Ekbis

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020
apahabar.com

Ekbis

Pagi Hari, Rupiah Perkasa di Rp 14.145/US$
apahabar.com

Ekbis

Khawatir Inflasi, Bupati HST: Lakukan Inventarisasi Supplier
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com