Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak

Animo Cukup Tinggi, Balap Kelotok Ces Masuk Agenda Tahunan

- Apahabar.com Senin, 13 Januari 2020 - 20:16 WIB

Animo Cukup Tinggi, Balap Kelotok Ces Masuk Agenda Tahunan

Kesibukan peserta menjelang start lomba kelotok ces di Desa Banua Anyar, Kecamatan Bakumpai. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Pertama kali dilombakan, balap kelotok ces di Desa Banua Anyar, Kecamatan Bakumpai, diproyeksikan menjadi agenda tahunan Barito Kuala.

Lomba yang berlangsung di perairan Sungai Negara ini, Minggu (12/1), sedianya memang digelar untuk meramaikan Hari Jadi (Harjad) Batola.

Baru pertama kali dipertandingkan, animo masyarakat pemilik kelotok ces cukup tinggi. Tak cuma dari Marabahan dan sekitarnya, terdapat peserta dari Tapin dan Banjar.

“Antusias masyarakat begitu tinggi, karena peserta yang berpartisipasi mencapai 38 orang,” papar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, Gusti Ruspandi, Senin (13/1).

Selayaknya balap motor, 38 peserta tersebut terbagi berdasarkan kategori mesin. Mulai dari 6,5 Horse Power (HP), 16 sampai 20 HP, dan 22 HP. Sementara jarak lomba ditentukan sejauh 1 kilometer.

“Semula memang perlombaan ini digelar atas aspirasi pemilik kelotok ces di Bakumpai. Kedepan guna mendukung destinasi wisata di Batola, lomba ini diproyeksikan menjadi event tahunan,” janji Gusti.

Ces sendiri masih masih banyak digunakan warga Batola yang mendiami pesisir Sungai Barito. Selain menjadi alat transportasi, kelotok ces digunakan untuk mencari ikan di sungai.

Dibanding kelotok biasa, ces lebih praktis dan mudah melewati sungai-sungai kecil, karena berbadan kecil.

Untuk membangun satu unit kelotok ces, dibutuhkan jukung seukuran 4 depa (sekitar 1,8 meter) seharga Rp3,5 juta hingga Rp4 juta.

Kemudian mesin penggerak berkapasitas 6 HP seharga sekitar Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta dengan bahan bakar bensin, solar maupun minyak tanah. Semakin besar kapasitas dan merek, harga juga bertambah mahal.

“Kami memang senang memodifikasi mesin ces agar kencang. Maksud awalnya supaya cepat sampai tujuan,” cetus salah seorang peserta bernama Kadirun.

“Tentu kami menyambut baik rencana membuat lomba kelotok ces setiap tahun. Apalagi kalau mampu menjadi juara,” tandasnya.

Baca Juga: Efek Jutaan Ikan Mati di Marabahan, Pedagang Makanan Kena Protes

Baca Juga: Tingkat Keasaman Sungai Barito Masih Tinggi, Petani Ikan di Marabahan Mesti Jeli

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Peduli Lingkungan, Relawan FKH Punguti Tusuk Pentol
Pilkada Serentak 2020

Kalsel

Pengamanan Pilkada Serentak 2020, TNI-Polri di HST Dibekali APD dan Vitamin
apahabar.com

Kalsel

Beda TPS, Tempat Gubernur Kalsel dan Wakilnya Nyoblos Pagi Ini
apahabar.com

Kalsel

Pangkalan Elpiji Banjarmasin Selatan Diserbu Warga

Kalsel

Belum Selesai Covid-19, Penyakit Menular Lain Juga Menggila di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Rotasi Pejabat Administrator dan Fungsional Pemko Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Hujan Lebat Masih Mengintai Wilayah Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla, TNI-Polri Kerahkan Ribuan Personel Pantau Pembakar Lahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com