Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Asosiasi UMKM Sulit Masuki Pasar Modal

- Apahabar.com Sabtu, 4 Januari 2020 - 09:48 WIB

Asosiasi UMKM Sulit Masuki Pasar Modal

Produk kerajinan UMKM.  Foto-Republika

apahabar.com, JAKARTA – Walau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masuk pasar modal, namun fakta berbicara lain.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun mengaku UMKM sulit masuk pasar modal.

“Boleh saja masuk ke situ, tapi apa bisa? Pas masuk kan orang nggak lihat perusahaan apa, nanti dibilang saham gorengan,” ujarnya.

Maka, ia meminta OJK agar tidak sembarangan membuat program atau kebijakan. Menurutnya, OJK seharusnya lebih fokus pada penyehatan UMKM terlebih dahulu.

“Sehatin dulu UMKM-nya agar naik kelas dan bagus. Baru bisa masuk pasar modal untuk mencari pendanaan. Janganlah asal buat kebijakan afirmatif atau ngomong-ngomong yang tidak mungkin,” saran Ikhsan.

UMKM, lanjutnya, sudah dua tahun terakhir ini didorong masuk pasar modal. Hanya saja belum pernah diberi sosialisasi mengenai bagaimana cara masuk, serta bagaimana supaya investor tertarik membeli saham UMKM.

Kan harus dijelaskan juga, jangan main asal masuk. Sosialisasinya aja belum ke UMKM, perlu ada effort baru masuk pasar modal,” tegas Ikhsan.

Baginya, hanya UMKM atau startup yang sudah besar seperti Gojek dan Bukalapak yang bisa masuk bursa. Investor pun akan tertarik membeli sahamnya.

“Sudahlah bertahan dulu. Di 2020 ini OJK jangan buat program macam-macam dulu. Ekonominya dibagusin dulu dengan kebijakan-kebijakan mumpuni begitu loh,” tuturnya.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberlakukan peraturan pencatatan baru untuk perusahaan beraset skala kecil dan menengah yang ingin menjadi perusahaan tercatat di bursa. Ini berdasarkan beleid berisikan ketentuan khusus pencatatan saham di Papan Akselerasi.

Sebelumnya, papan pencatatan bursa hanya dibagi dua, yakni Papan Utama dan Papan Pengembangan. Jadi, Papan Akselerasi merupakan wujud peraturan pencatatan baru yang dilakukan BEI pada akhir 2019 bagi usaha Kecil Menengah (UKM) serta startup digital yang ingin masuk pasar modal.

Baca Juga: UMKM Diajak Segera Daftar Sertifikasi Halal

Baca Juga: Kendala UMKM Kalsel, dari Masalah Permodalan hingga Pemasaran di Ritel Modern

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rencana Vaksinasi Covid-19 di AS, Picu Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Kolaborasi ShopeePay-MyTelkomsel, Hadirkan Alternatif Pembayaran Digital di Penjuru Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Saham China Lanjutkan Tren Pelemahan
apahabar.com

Ekbis

Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

IHSG Melemah Jelang Rilis Data Inflasi Agustus
apahabar.com

Ekbis

Segera Tukarkan, Telkomsel Beri Bonus Ganti Kartu 4G
apahabar.com

Ekbis

Apple Tembus Nilai Pasar 2 Triliun Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Cegah Covid-19, Bank Mandiri Kurangi Jam Operasional Cabang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com