apahabar.com
Balapan liar di sekitar perkantoran Setdaprov Kalsel yang dibubarkan Polres Banjarbaru. Foto-Instagram Polres Banjarbaru

apahabar.com, BANJARBARU – Awal tahun ini, aksi balapan liar di Banjarbaru masih marak terjadi. Menyusul banyaknya laporan warga yang resah masuk melalui aplikasi SiHarat Polres Banjarbaru.

“Banyak laporan keresahan warga akibat balap liar, awal tahun ini lebih dari tiga laporan, mulai dari sebelum tanggal 8, lalu tanggal 9 bahkan kemarin juga ada laporan balap liar ini,” ujar Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Gustaf Adolf Mamuaya kepada apahabar.com, Selasa (14/1) siang.

Ada dua lokasi favorit yang sering digunakan untuk balap liar ini. Di Lapangan Murjani dan di seputaran Komplek Perkantoran Setdaprov Kalsel, Sungai Tiung Cempaka.

Bahkan, lokasi terbaru kata Gustaf di Landasan Ulin. “Paling sering laporan di Setdaprov, ada juga di Landasan Ulin di jalan baru bandara,” ungkapnya.

Meski begitu, untuk saat ini pihaknya masih memberikan toleransi dengan hanya menghalau pebalap liar yang kebanyak dari usia remaja.

“Upaya kita masih persuasif, menghalau dulu, membubarkan, kita mengingatkan kembali kepada anak-anak itu. Tapi kalau tidak diindahkan mau tidak mau kita akan mengambil tindakan penegakan hukum,” tegas Gustaf.

Menurutnya, balap liar ini bukan hanya masalah kesatuan lalu lintas saja, melainkan masalah banyak pihak. Dan perlu kerjasama yang baik agar balap liar tak lagi jadi momok keresahan warga.

“Ini bisa dikoordinasikan dengan Dinas pendidikan, Satpol pp, Dishub. Banyak yang bisa terkait dengan balap liar ini termasuk Dispora,” terangnya.

Harusnya, lanjut Gustaf mereka ikut kami giat dan lihat langsung puluhan bahkan ratusan anak anak usia sekolah menyalurkan hobinya ditempat yang tidak semestinya.

“Misal Dispora, minimal menyediakan tempat atau fasilitas untuk hobi mereka. Potensi anak anak balap liar ini banyak karena dari setiap patroli itu lumayan jumlah pesertanya,” paparnya.

Untuk itu, Gustaf mengimbau kepada para orang tua agar tidak memberikan kendaraan (motor) kepada anaknya yang masih dibawah umur. Karena hal tersebut akan menjadi bom waktu bagi anak anak.

“Bukan hanya membahayakan si anak tapi juga pengendara motor lainnya. Karena anak yang dibawa umur rata rata mereka masih labil, mereka masih belum memahami sepenuhnya bahwa jalan raya adalah milik umum dan dia berkendara dengan orang lain,” pungkasnya.

Baca Juga: Nasruddin, “Nabi” dari Kahakan Alami Gangguan Jiwa!

Baca Juga: Bersih-Bersih di Kejari HST: Gawai, Kosmetik, hingga Zenith Palsu Jadi Abu

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin