apahabar.com
Ketua BPP Hipmi Mardani H Mamin di hadapan peserta Diklatnasus dan Orientasi Kepengurusan BPP Hipmi Masa Bhakti 2019 - 2022 di Jakarta, Senin siang. Foto-apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Setelah sukses dengan Hipmi Go To Kampus, Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bakal meluncurkan Hipmi Coffe.

Program baru ini dalam rangka menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda.

Para anak muda khususnya mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk terjun langsung ke dunia bisnis.

“Melalui Hipmi Coffe, kita memberikan peluang kepada anak muda untuk langsung mengelola sebuah usaha. Jadi tidak hanya teori tapi langsung praktik berbisnis,” kata Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani Maming (MHM).

Dalam arahannya di hadapan peserta Diklatnasus dan Orientasi Kepengurusan BPP Hipmi Masa Bhakti 2019 – 2022 di Jakarta, Senin (13/01/20), MHM menjelaskan program Hipmi Coffe pada tahap pertama akan dibuka di 20 kampus universitas di sejumlah daerah di Indonesia.

“Dengan Hipmi Coffe para mahasiswa bisa membuka usaha. Mereka praktik langsung bagaimana mengelola bisnis, mengelola keuangan, promosi, merasakan persaingan layaknya pengusaha,” ujar MHM.

Melalui program ini, diharapkan akan muncul pengusaha pengusaha muda yang handal dan memiliki daya saing.

Dalam acara yang juga dihadiri pendiri Hipmi sekaligus tokoh pengusaha nasional Abdul Latief itu, MHM menyebut program yang digagasnya ini bekerja sama dengan salah satu produsen kopi ternama di Indonesia.

apahabar.com
Ketua BPP Hipmi Mardani H Mamin di hadapan peserta Diklatnasus dan Orientasi Kepengurusan BPP Hipmi Masa Bhakti 2019 – 2022 di Jakarta, Senin siang. Foto-apahabar.com

Latar belakang peluncuran program ini menurut MHM sebagai langkah nyata Hipmi menghadapi era bonus demografi Indonesia yang sudah berada di depan mata.

“Jika kita tidak mempersiapkan generasi muda kita sejak sekarang, maka era bonus demografi tersebut justru bisa menjadi bencana bagi Indonesia,” tandas MHM.

Untuk menghadapi era bonus demografi tersebut, Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas di berbagai bidang termasuk dunia usaha.

“Jika kita tidak siapkan mulai sekarang, Indonesia akan tertinggal dari bangsa bangsa lainnya di tengah ketatnya persaingan ekonomi global,” tambah CEO dua perusahaan besar PT. Batulicin Enam Sembilan dan PT. Maming Enam Sembilan ini.

Sudah saatnya, kata MHM, pemerintah dan para pengusaha nasional bahu-membahu membangun jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, agar Indonesia dapat mengambil keuntungan besar di era bonus demografi tersebut.

Sesuai rencana, jika sukses dengan 20 kampus di tahap pertama, BPP Hipmi akan memperluas program Hipmi Coffe di universitas dan perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Ketimbang Rosehan, MHM Lebih Berpeluang Dampingi Paman Birin

Baca Juga: Bantu Permodalan UMKM, MHM Siap Tembus Ritel Modern

Editor: Budi Ismanto