ga('send', 'pageview');
Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin Resmi, Wali Kota Banjarmasin Terbitkan SE Tahun Ajaran Baru




Home Kalsel

Selasa, 14 Januari 2020 - 13:45 WIB

Bersih-Bersih di Kejari HST: Gawai, Kosmetik, hingga Zenith Palsu Jadi Abu

Redaksi - Apahabar.com

Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Tengah melakukan aksi bersih-bersih di awal tahun. Ada sebanyak ribuan obat dan kosmetik ilegal dimusnahkan, Selasa siang tadi. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Tengah melakukan aksi bersih-bersih di awal tahun. Ada sebanyak ribuan obat dan kosmetik ilegal dimusnahkan, Selasa siang tadi. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah (Kejari HST) memusnahkan ribuan barang bukti dari berbagai perkara.

Barang-barang ilegal itu hasil “rampasan” yang berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Barabai Kelas II.

Ribuan barang bukti itu mulai dari kosmetik, obat-obatan, senjata tajam hingga gawai.

Semuanya hasil dari eksekusi per 18 Juni-3 Desember 2019 dibakar, dipotong atau digerinda dan diblender.

“Ini merupakan pemusnahan jilid pertama di 2020,” kata Kepala Kejari HST, Trimo usai memusnahkan barang bukti di halaman kantornya, Selasa (14/1).

Barang rampasan terbanyak yang dibakar adalah kosmetik ilegal. Yakni, 4.840 buah dan ribuan butir obat-obatan dengan terpidana 3 orang.

“Tren di jilid pertama ini kosmetik yang tidak memiliki izin edar dan BPOM. Sesuai Undang-Undang (UU) Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009,” kata Kajari.

Perkara dengan barang bukti obat-obatan lainnya, yakni Zenith palsu 900 butir, Selidryl 778 butir, Samcodin 2330 butir, Mixadin 612 butir Ifarsyl 1660.

Untuk perkara pidana narkotika yang inkrah sebanyak 112 paket sabu dengan 2 buah alat hisapnya. Jumlah terpidana yang melanggar UU Narkotika sebanyak 25 orang.

Terakhir ada 19 buah senjata tajam dengan terpidana sebanyak 16 orang.

Belasan sajam itu hasil dari tindak pidana yang melanggar UU Darurat, penganiayaan dan pembunuhan.

Baca juga :  Gerak-geriknya Diintai, Budak Sabu di Astambul Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi

“Ada juga 25 buah gawai hasil dari tindak pidana yang menyangkut UU Narkotika dan Kesehatan,” kata Kajari.

Mengantisipasi tindak pidana susulan di HST, Kejari bakal aktif melakukan pencegahan melalui penyuluhan hukum ke masyarakat.

“Jadi kami tidak hanya menuntut saja, tapi tidak kalah penting kegiatan pencegahan, baik tindak pidana umum maupun khusus. Dalam waktu dekat ini akan ada program “Jaksa Menyapa”. Ini akan rutin dilaksanakan,” ujar Kajari mengakhiri.

Baca Juga: Pedagang Pasar Beras akan ‘Digusur’ ke Eks Tempat Prostitusi

Baca Juga: Guru Honorer di Kalsel Digaji Rp2,3 Juta, IGI: Sebuah Keniscayaan

Reporter HN Lazuardi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jangan Diskriminasikan Penderita HIV/AIDS, Ini Harapan Dewan Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Berlakukan PSBK, Ojol Hingga Tamu Tak Penting Dilarang Melintas
apahabar.com

Kalsel

Sertifikasi Ratusan Guru Macet karena Kurang Dana
apahabar.com

Kalsel

Jangan Sepelekan Covid-19, Lansia dan Penderita Diabetes Paling Berisiko
apahabar.com

Kalsel

Urai Kemacetan, Dishub Banjarmasin Tutup U-Turn Depan SMK 4
apahabar.com

Kalsel

Pembunuhan Pria di Tapin, Polisi Bidik Dua Tersangka Lain
apahabar.com

Kalsel

Surat Suara Pemilu 2019 Tiba Di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Fraksi PDIP dan Golkar Sepakat dengan Raperda Pengelolaan Kebun Raya Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com