Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Di Kaltara, Tukang Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

- Apahabar.com Jumat, 24 Januari 2020 - 10:09 WIB

Di Kaltara, Tukang Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Ilustrasi pekerja bangunan. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNGSELOR – Sertifikasi sangat dibutuhkan dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten.

Di Kalimantan Utara (Kaltara), walaupun terbilang provinsi baru geliat pembangunannya terbilang cepat. Terutama kegiatan pembangunan di bidang infrastruktur.

Dalam kegiatan pembangunan, tentu ada persyaratan bahwa pekerja harus bersertifikat. Pemilik sertifikat juga akan mendapatkan upah lebih dibanding dengan yang belum.

Hal tersebut dirasakan oleh Maryono, warga Karang Anyar, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan yang pernah mengikuti lomba konstruksi di Jakarta mewakili Provinsi Kaltara dalam Kompetisi Keterampilan Kontruksi Indonesia (K3I), November 2019 lalu.

“Untuk mengajukan lamaran kerja, harus bersertifikasi. Tukang kadang dipandang sebelah mata. Sertifikasi inilah yang meyakinkan orang/perusahaan bahwa kita dihargai sebagai tukang,” tutur Maryono saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Sebelumnya, Maryono terlebih dahulu mengikuti program Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi terampil untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Program yang diiniasi oleh Bidang Jasa Kontruksi (Jakon) DPUPR-Perkim Kaltara bekerja sama dengan Dinas Perumahan Kabupaten Bulungan, Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan dan Balai Jasa Kontruksi Wilayah 5 tersebut, digelar pada Agustus tahun lalu.

Kegiatan ini merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi. Selain itu, sertifikasi juga merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja kontruksi khususnya yang ada di Kaltara. Mengingat peluang kerja di bidang kontruksi cukup besar.

Pemerintah provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia ini akan terus berupaya melakukan kegiatan serupa di daerah yang belum pernah dilaksanakan kegiatan sertifikasi jasa kontruksi sehingga tenaga kerja yang tersertifikasi dapat merata di Kaltara. (Hms)

Baca Juga: Kuota BBM ke Kaltara 2020 Sebanyak 118.913 KL

Baca Juga: Kaltara Gagas Forum Komunikasi Siaga Bencana

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Ekonomi Kaltara Kian Bergairah
apahabar.com

Kaltara

Kaltara Usulkan Rp 65 Miliar untuk Alkes RS Pratama
apahabar.com

Kaltara

Di Kaltara, Partisipasi Pemilih Pilpres Capai 80 Persen
apahabar.com

Kaltara

Waspada Bencana, Kaltara Mulai Siapkan Logistik
apahabar.com

Kaltara

Dikunjungi Presiden, Gubernur: Warga Perbatasan Berterima Kasih ke Jokowi

Kaltara

Ribuan Rumah Warga Tak Mampu di Kaltara Bakal Direhab
apahabar.com

Kaltara

Penerbangan Subsidi: Rute ke Nunukan dan Malinau Bakal Dibuka
apahabar.com

Kaltara

2019, Target Dua Ribu Warga Krayan dan Kayan Hilir Terlayani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com