apahabar.com
Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurjman. Foto-apahabar.com/dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Sukses mempertahankan Barito Putera di Liga 1, pelatih Djadjang Nurjaman diikat manajemen selama tiga tahun (2020-2022). Lantas selama kurun waktu itu, dia pun bertekad mewujudkan gelar juara untuk Laskar Antasari.

Perubahan langsung ditunjukkan Djanur, begitu pelatih ini disapa. Mulai dari komposisi staf pelatih hingga perombakan besar-besaran pemain.

Di staf pelatih, meski asisten masih dipegang Yunan Helmi dan pelatih kiper Ismairi, namun untuk asisten lainnya diisi orang kepercayaan Djanur.

Dia adalah Yusuf Prasetyo, pelatih muda nasional, bahkan pernah bergabung dengan klub China dan memiliki lisensi C dan B AFC.

Berikutnya, untuk pelatih fisik dipercayakan kepada Dino Suprianto yang sudah kenal lama dengan Djadjang Nurdjaman saat bersama di PSM Makassar.

Kemudian untuk pemain, manajemen juga nampak memberikan keleluasaan kepada Djanur. Lantas, hanya 9 pemain yang dipertahankan.

Seperti diketahui, 9 pemain lama itu masing-masing Aditya Harlan, Riyandi, Nazar Nurzaidin, Dandi Maulana, Cassio De Jesus, Rizky Rizaldi Ripora, Rafi Syahrahil, Bayu Pradana, dan Ferdiansyah.

Sementara pemain rekrutan Djanur yang baru OK John (Kalteng Putera), Reva Adi Utama (PSM Makassar), Kurniawan Karman (Badak Lampung FC), Ilham Udin Armaiyn (Bhayangkara FC) dan Ambrizal Umainalo (Borneo FC).

Disatu sisi, Djanur juga menyiapkan talenta Barito junior yang dapat kesempatan ke tim senior. Ada lima pemain, yakni Yuswanto, Kahar Mussakar, Bagas Kaffa, Bagus Kahfi dan David Maulana.

Banyaknya perubahan yang dilakukan, Djadjang berpikir realistis. Untuk musim pertamanya ini, kendala adaptasi yang akan dihadapi anak asuhnya.

“Waktu kita pendek, hanya satu bulan persiapan, tentunya kita tidak bisa langsung ‘tune in’ dengan pemain baru ini. Tapi kita berharap pada pertandingan ke-8 atau ke-9 sudah bisa kompak,” ujar Djanur kepada awak media usai memperkenalkan staff pelatih dipertemuan itu.

Namun, dengan sejumlah kendala itu, ia tetap berharap bisa membawa Barito Putera ke arah yang lebih baik di musim mendatang.

“Kita lakukan bertahap, pertama ingin memperbaiki peringkat, mudah-mudahan posisi kita bisa lebih baik dari musim kemarin,” ungkap Djanur.

Ketika disinggung target, dengan kontrak tiga tahun, Djanur mengutarakan harapannya agar bisa membawa Barito menjadi juara. “Saya ingin di akhir-akhir kontrak bisa memberikan sebuah prestasi yang diinginkan oleh suporter, mudah-mudahan bisa juara,” tuturnya.

Perombakan di Manajemen

Sementara itu, Barito juga melakukan perombakan di dalam manajemen. Hasnuryadi Sulaiman yang terpilih jadi Exco PSSI tak lagi jadi manajer tim Laskar Antasari.

Posisi itu diganti oleh Mundari Karya. Mundari bukan lah orang asing di Barito. Dia pernah menukangi Barito di awal 2000an.

“Secara teknis beliau punya pengabdian luar biasa. Sejak 2001, beliau sudah menunjukkan kecintaan dengan menjadi pelatih di Barito. Beliau mengerti betul karakter Barito. Oleh karena itu, kita berharap buah cinta dan pengabdian bisa beliau wujudkan melalui prestasi,” kata Hasnur.

Mundari akan didampingi M Ikhsan Kamil. Iksan merupakan orang kepercayaan di Hasnur Grup. Dia salah satu dari manajer keuangan di perusahan itu.

Hanur ingin Ikhsan fokus mengurus keuangan Barito. “Asisten manajer pak Iksan. Tapi saya lebih suka menyebutkan sebagai deputy manajer. Beliau nantinya lebih fokus ke hal-hal yang menyangkut keuangan tim,” terang Hasnur.

Sementara Syarifudin Ardasa yang beberapa musim jadi asisten manajer dikembalikan tugas ke Hasnur Grup, sebagai Direktur Hasnur Citra Media.

Baca Juga: Tak Rekrut Pemain Bintang, Hasnur: Kita yang Ciptakan di Barito

Baca Juga: Barito Umumkan 9 Pemain yang Bertahan dan 5 Rekrutan Baru

Baca Juga: lham Udin Armaiyn Segera Gabung Barito Putera

Baca Juga: Latihan Perdana Barito Putera, Tiga Pemain Baru Ikut Trial

Reporter: Riyad Dafhi R.
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin