ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Rabu, 15 Januari 2020 - 15:47 WIB

Diperiksa Polisi, Wartawan Banjarhits.id Dicecar Belasan Pertanyaan

Redaksi - apahabar.com

Donny Muslim (tengah) didampingi Pemimpin Redaksi Banjarhits.id Diananta (kiri) dan Koordinator AJI Biro Banjarmasin Didi Gunawan usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Kalsel, Rabu siang. Foto-apahabar.com/Robby

Donny Muslim (tengah) didampingi Pemimpin Redaksi Banjarhits.id Diananta (kiri) dan Koordinator AJI Biro Banjarmasin Didi Gunawan usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Kalsel, Rabu siang. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Perkara dugaan pencemaran nama baik kembali menyeret jurnalis.

Donny Muslim, seorang jurnalis di Kalimantan Selatan, diperiksa polisi atas kasus yang dilaporkan oleh Habib Banua.

Donny diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel.

Diperiksa kurang lebih 5 jam, Donny dicecar kurang lebih belasan pertanyaan.

“Ini merupakan klarifikasi yang diminta aparat kepolisian. Pemberitaan terkait dugaan pencemaran nama baik,” ucap Pimpinan Redaksi banjarhits, Diananta Putera Sumedi, Rabu (15/1) siang.

Secara keseluruhan, sambung dia, pertanyaan itu lebih ke arah bagaimana cara-cara wartawan dalam memperoleh berita atau produk jurnalistik.

Baca juga :  Perangi Covid-19, Tabalong Canangkan Gerakan Sejuta Masker

“Bagaimana tahapan atau cara dalam memperoleh berita. Hanya sebatas itu,” bebernya.

Dengan memenuhi pemanggilan dari kepolisian, Donny ingin bersikap kooperatif dan taat terhadap hukum yang berlaku.

“Kita memilih kooperatif dan bersedia memberikan klarifikasi,” cetusnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Biro Banjarmasin, Didi Gunawan Sanusi mendorong adanya perlindungan jurnalis saat menjalankan kerja-kerja jurnalistik.

Dalam kasus Donny, kata Didi, sebenarnya jurnalis memiliki hak tolak untuk diseret ke dalam ranah hukum.

Hal itu sebagaimana termaktub dalam Pasal 1 Angka 10 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca juga :  Pandemi Covid-19, BPS Kalsel Ubah Cara Sensus

“Wartawan itu kan menghasilkan produk jurnalistik. Jadi, seharusnya cukup hasil produk jurnalistik itu saja yang ditunjukkan pelapor kepada penyidik,” tegasnya.

Tak hanya itu, sambung dia, juga mengacu nota kesepahaman antara Polisi dengan Dewan Pers.

Pasal 4 dalam MoU itu, Dewan Pers dengan Polri saling berkoordinasi terkait perlindungan kemerdekaan pers dalam pelaksanaan tugas di bidang pers sesuai dengan UU Pers 40/1999.

Baca Juga: Karena IPK, 2 Wisudawati Uniska Banjarmasin Diganjar Umrah

Baca Juga: Jembatan Ambruk, Polres Balangan Turun Tangan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru On Proses, PUPR Kota: Sudah 14 Persen

Kalsel

Ibnu Sina Siap Patahkan Mitos Dua Periode Jabat Wali Kota
apahabar.com

Kalsel

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Warga Kabupaten Banjar Bereaksi
apahabar.com

Kalsel

Posko Terpadu Angkutan Lebaran Bandara Syamsudin Noor Dibuka, Ratusan Personel Disiagakan
apahabar.com

Kalsel

Giliran Bawaslu Kalsel Bantu Korban Kebakaran di Pulau Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Kapolsek Mekarsari Sosialisasi Perbup Nomor 54 ke Aparatur Desa
apahabar.com

Kalsel

GIC Tularkan Gerakan Literasi di MAN 2 Model Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Penerimaan CPNS 11 November 2019, BKD Kalsel Sediakan 460 Kuota, Guru Tetap Prioritas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com