apahabar.com
Kepala DLH Tanah Bumbu, Rahmat Prapto Udoyo. Foto-apahabar.com/Syahriadi

apahabar.com, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menginisiasi pengadaan biodigester kepada tiga sekolah di Kecamatan Sungai Loban.

Tiga sekolah tersebut adalah SMPN 2 Sungai Loban, SDN 1 Sari Mulya dan SDIT Dhia El Widad.

Biodigester adalah alat berkapasitas 70 liter kubik, nantinya dapat menguraikan sampah organik berupa limbah makanan, sampah taman seperti daun kering dan rumput serta kotoran sapi untuk diolah menjadi biogas dan pupuk cair.

“Ini sebagai upaya untuk mendorong pemanfaatan sampah organik di lingkungan sekolah yang masih belum bisa diuraikan sendiri menjadi bermanfaat,” ujar Kepala DLH Tanah Bumbu, Rahmat Prapto Udoyo, Rabu (15/01).

Rahmat menyebut, langkah ini merupakan yang pertama dilakukan ke sekolah, sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang telah berhasil meraih predikat adiwiyata tingkat kabupaten dan tingkat provinsi tahun 2019 lalu.

Kasubbid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanah Bumbu, Siti Fatimah, lebih rinci menyampaikan, untuk mempercepat aktivator biodigester akan lebih bagus jika dimasukkan kotoran sapi basah atau janjang sawit terlebih dahulu.

Kotoran sapi yang tercampur air dibiarkan selama 2 minggu untuk menghidupi mikroba di dalamnya, minggu ketiga gas dibuang, setelahnya penggunaan gas baru dapat dimanfaatkan pada minggu keempat.

“Gerakan yang dilakukan oleh DLH Tanah Bumbu ini merupakan gambaran sederhana yang masih bisa dikembangkan secara lebih inovatif serta salah satu wujud untuk mengembangkan program sekolah adiwiyata,” ungkapnya.

Fatimah menyebut, media pembuatan biodigester sangat terjangkau. Dengan biaya berkisar Rp300 ribu bisa terus berkembang, namun memberikan manfaatnya sangat banyak dalam kehidupan, karena penguraian sampah organik tidak terpakai mampu menghasilkan gas dan energi ramah lingkungan.

Kepala SDIT Dhia El Widad, Eko Supian, menuturkan dengan bantuan biodigester itu akan menambah semangat untuk merubah paradigma tentang limbah sampah organik.

“Sebelumnya sampah dibuang begitu saja, kini banyaknya sisa-sisa makanan di sekolah dapat dimasukkan ke dalam alat biodigester dan menjadi bermanfaat,” ujarnya

Selain itu kata Eko Supian, keberadaan biodigester bisa menjadi sarana pendukung dalam upaya SDIT Dhia El Widad untuk meningkatkan kapasitas lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan asri dalam mengikuti program penilaian sekolah adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020.

Baca Juga: Pasca Banjir Tapin, Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Hilir Sungai

Reporter: Syahriadi
Editor: Muhammad Bulkini