Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Eksistensi Feri Penyeberangan Sungai Alalak; Tak Redup Ditelan Zaman

- Apahabar.com Rabu, 15 Januari 2020 - 14:12 WIB

Eksistensi Feri Penyeberangan Sungai Alalak; Tak Redup Ditelan Zaman

Aktivitas penyeberangan yang menghubungkan Kabupaten Barito Kuala dengan Kota Banjarmasin. Foto-foto: apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Mentari pagi mulai memerah di ufuk timur.

Kicauan burung dan ayam jantan membangunkan warga pinggiran sungai di Desa Berangas Timur, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Pagi itu, aktivitas dan kultur masyarakat setempat kental terasa.

Embun pagi masih membasahi hijaunya dedaunan. Namun puluhan kapal sudah tampak lalu lalang.

Debur ombak seakan menyapu tubuh muda-mudi yang mandi di pinggir sungai. Ranting pun ikut hanyut dan menepi.

Tak ketinggalan pula, aktivitas rutin masyarakat setempat menyeberangi sungai menggunakan jasa kapal feri.

Di sana, kapal feri sebagai transportasi alternatif dalam menyeberangi Sungai Alalak.

Maklum, jembatan penyeberangan yang menghubungkan Batola – Banjarmasin dalam tahap pembangunan.

apahabar.com

Aktivitas penyeberangan yang menghubungkan Kabupaten Barito Kuala dengan Kota Banjarmasin. Foto-foto: apahabar.com/Muhammad Robby

Warga harus memutar lebih dahulu dari Berangas Timur menuju Handil Bakti dan Cemara Ujung, Banjarmasin.

Pembangunan jembatan itu diestimasikan rampung kurang lebih 2 tahun.

“Kalau menggunakan kapal feri ini kan bisa langsung menyeberang menuju Jalan HKSN,” ucap salah seorang warga kepada apahabar.com, Rabu (15/1) pagi tadi.

Oleh sebab itu, kapal feri masih menjadi primadona transportasi penyeberangan alternatif masyarakat setempat.

Sekalipun pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Kalsel berlangsung pesat.

Biayanya pun relatif murah. Ini menjadi salah satu alasan mengapa kapal feri sangat digarungi masyarakat.

“Jumlah penumpang mencapai ratusan orang dalam per hari,” tambahnya.

Sedikitnya, terdapat dua pelabuhan kapal feri penyeberangan di lokasi itu. Masing-masing memiliki dua hingga enam armada.

Dominan, penumpang yang doyan memakai jasa penyeberangan kapal feri itu dari kalangan pelajar, pekerja, hingga masyarakat setempat.

“Itu sih yang biasanya banyak menaiki kapal fery di sini,” tandasnya.

Baca Juga: Penyeberangan Feri Batulicin-Tanjung Serdang Sepi Penumpang 

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bangga Donor Darah, Member Euro Fans Club Banjarmasin Kenakan Jersey Tim Kesayangan
apahabar.com

Kalsel

Jalan Licin, Kasat Lantas Ingatkan Pengguna Jalan di Tanbu Hati-hati Berkendara
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Kecamatan Kintap Tala, 6 Desa Masih Terdampak
apahabar.com

Kalsel

FOTO: Kemeriahan Penyerahan Berkas Dukungan Andin-Guru Oton
apahabar.com

Kalsel

Ruko Dibongkar, Komisi III Minta Percepatan Pembangunan Jalan Arah Masjid Jami
apahabar.com

Kalsel

Juara di Kalsel, ‘Si Mangkal’ Bakal Didaftar sebagai Varietas Unggul di Kementerian
apahabar.com

Kalsel

OTG, Tiga Warga HST Positif Covid-19 Dikarantina di RSUD Damanhuri

Kalsel

Nasib Korban KM Pieces Belum Jelas, Keluarga Dimohon Bersabar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com