UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Garuda Alihkan Penerbangan Eropa dari Udara Iran

- Apahabar.com Kamis, 9 Januari 2020 - 13:37 WIB

Garuda Alihkan Penerbangan Eropa dari Udara Iran

Maskapai Garuda Indonesia. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Maskapai nasional Garuda Indonesia mengalihkan rute penerbangan dari dan menuju Eropa tidak melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya menyusul adanya larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pascaketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.

“Garuda Indonesia menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa dari yang sebelumnya melewati wilayah udara Bucharest dialihkan ke wilayah udara Mesir dan Yunani. Dengan demikian seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung normal seperti biasa,” kata Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M Hutapea mengatakan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (09/01).

Tumpal mengatakan akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut.

“Kami akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga,” kata Tumpal.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengeluarkan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.008/1/2/DRJU.DAU/2020 per 8 Januari 2020 perihal Peringatan Overflying, mengingatkan kepada Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan apabila melintas dan berencana melintasi wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah seperti Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman.

Ia menyampaikan bahwa kondisi wilayah udara Irak, Iran, Teluk Persia dan Teluk Oman perlu diwaspadai, mengingat peningkatan eskalasi konflik di wilayah tersebut.

“Memperhatikan peningkatan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah, khususnya Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman, seluruh maskapai diharapkan dapat meningkatkan kehati – hatian dan juga kewaspadaan,” kata Polana.

Saat ini, pesawat yang akan melewati daerah tersebut telah diperintahkan untuk dialihkan (reroute) untuk menjauhi area konflik, termasuk pesawat yang akan terbang menuju dan dari Saudia Arabia.

“Kami akan selalu mengawasi seluruh maskapai nasional yang melakukan penerbangan internasional. Hal itu penting guna terus menjaga keselamatan, keamanan dan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa penerbangan,” ujarnya.(Ant)

Baca Juga: KKP Tangkap 3 Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Natuna

Baca Juga: Jokowi Minta Para Dubes Fokus Lakukan Diplomasi Ekonomi

Baca Juga: Ulama Sadr: Krisis Irak Sudah Berakhir

Baca Juga: Dua Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

China Minta AS Jangan Berlebihan Menyikapi Virus Corona
apahabar.com

Nasional

300 Rumah Terendam Banjir di Jakarta Selatan, Satu Meninggal
Vaksin Covid-19

Nasional

Soal Vaksin Covid-19, Erick Thohir Siapkan Strategi Komunikasi Publik
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala
apahabar.com

Nasional

51 Orang di Kawasan Tambang PT Freeport Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Disdukcapil Tanbu Siap Sukseskan Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Jakarta akan Perpanjang PSBB
apahabar.com

Nasional

4 Polisi Terluka Diserang Terduga Teroris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com