Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas

Gerayangi Kemaluan Bocah 7 Tahun, Seorang Pemuda Diringkus

- Apahabar.com Jumat, 3 Januari 2020 - 19:24 WIB

Gerayangi Kemaluan Bocah 7 Tahun, Seorang Pemuda Diringkus

Ilustrasi pencabulan. Foto- SumateraNews

apahabar.com, MUARA TEWEH – Seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Normansyah melakukan perbuatan nyeleneh menggerayangi kemaluan bocah perempuan berusia 7 tahun.

Tersangka pencabulan ini diamankan petugas kala berada di pertokoan Barito Permai, Jangan Sengaji Hulu, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Rabu (1/1).

Kasus ini masuk ke ranah kepolisian berdasarkan laporan orang tua korban yang tak terima putrinya telah diperlakukan tak senonoh.

Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma SIK melalui Kasat Reskrim Kristanto Situmeang, Jumat (3/1) dalam mengemukakan, peristiwa berlangsung sekitar Juni 2019, di rumah barak yang terletak di Jalan Flores, Kelurahan Melayu, Kecamatan  Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara.

Berdasarkan laporan ibu korban, tersangka yang berdomisili di Jalan Keladan, Gang Nike Ardila, RT 04, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah ini telah beberapa kali melakukan perbuatan amoral itu.

Mengetahui Normansyah sedang berada di halaman Pertokoan Barito Permai, Muara Teweh, Unit Buser Sat Reskrim Polres Barut langsung bergerak. Tanpa mendapat perlawanan, petugas berhasil meringkus Normansyah.

“Tersangka mengakui perbuatannya telah mencabuli korban Bunga secara berulang-ulang pada sekitar bulan Juni 2019 di dua TKP yang berbeda,” kata Kristanto Situmeang.

Tersangka mencabuli korban dengan cara memegang kemaluan korban, kemudian memasuki jari telunjuk ke dalam daerah sensitif bocah malang itu. Setelah puas melakukan perbuatannya, tersangka menakuti korban agar tidak melapor kepada orang tuanya atau siapapun.

“Pasal yang disangkakan adalah Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.

Baca Juga: Awal 2020, Polsek Penyipatan Ungkap 2 Kasus di Pantai Batakan

Baca Juga: Edarkan Narkoba di Malam Tahun Baru, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Baca Juga: Awal Tahun, Delapan Paket Kristal Mematikan Gagal Edar di Tapin

Baca Juga: Polisi Kembali Bongkar Sarang Miras di Pembatuan

Reporter: AHC17
Editor: Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Jasad Staf Lion Air Membusuk di Banjarbaru Dikirim ke Balikpapan
apahabar.com

Hukum

Hasil Otopsi Jasad Dikira Boneka di Tabalong, Kurang Oksigen ke Otak Akibat Tekanan di Leher
apahabar.com

Hukum

Begini Cerita Pria yang Lolos Penembakan di New Zealand ‘Berkat Alquran’
apahabar.com

Hukum

Pemenggal Kepala Anak di Kalteng Terancam Penjara Seumur Hidup
apahabar.com

Hukum

Pekan Ini, Kasus Pembunuhan Guru Teweh Dilimpahkan ke HSU
Said Jola

Hukum

Kronologis Lengkap Rumah Selebgram Said Jola Dibobol Maling
apahabar.com

Hukum

Pengakuan Tetangga, Sifat Remaja Pembunuh Bocah Berubah Sejak Masuk SMP
apahabar.com

Hukum

Tunggu Pembeli, Pemilik 30 Butir Ineks ‘Batman’ di Banjarmasin Keburu Terperangkap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com