ga('send', 'pageview');
Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi? Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri 3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes Sinting! Pria Plontos di Kotabaru Cabuli Adik Berkali-kali

Indonesia Masih Impor Ikan dari Cina, Kenapa?

- Apahabar.com Senin, 13 Januari 2020 - 05:30 WIB

Indonesia Masih Impor Ikan dari Cina, Kenapa?

Ilustrasi Ikan. Foto-Stock

apahabar.com, JAKARTA – China diklaim telah mencuri ikan dari Indonesia. Tapi kenapa negara ini masih impor sejumlah hasil perikanan dari China.

Lantas apa penyebab Indonesia masih impor hasil perikanan dari China?

Pengamat Perikanan Suhana menilai Indonesia masih impor perikanan dari China yang sebenarnya bisa dihasilkan sendiri karena masalah ketegasan terhadap aturan.

“Pertama kan kebijakan impor kita harus lebih tegas lagi. Pertama kebijakan impor kita itu adalah kan ikan-ikan yang tidak diproduksi, yang bisa diproduksi oleh dalam negeri, oleh nelayan-nelayan kita itu harusnya memang tidak boleh diimpor karena itu akan bersaing dengan produk-produk dalam negeri,” kata dia.

Baca juga :  Presiden Jokowi Ajak GP Anshor Jaga Ruang Kebebasan Berpendapat

Faktor kedua, impor dilakukan karena memang ada hasil perikanan yang tidak ditemukan di perairan Indonesia.

“Kecuali untuk ikan-ikan yang memang tidak diproduksi dalam negeri. Nah itu seperti ikan pacific mackerel kan memang kita nggak punya, ikan salmon kita nggak punya,” sebutnya.

Lalu ada pula hasil perikanan yang memang diimpor untuk kebutuhan bahan baku industri. Hasil jadinya akan diekspor kembali.

“Kalau industri kan dia nanti akan diekspor kembali. Untuk bahan baku industri ya kayak cakalang, kan kita masih impor tuh karena untuk bahan baku industri di mana nantinya jadi produk kaleng dan diekspor kembali, bukan yang langsung ke pasar domestik,” jelasnya.

Baca juga :  BP Jamsostek Sudah Serahkan Data 11,8 Juta Penerima Subsidi Gaji ke Kemenaker

Namun menurutnya sulit untuk mengidentifikasi perikanan yang diimpor dari China apakah ditangkapnya di perairan Indonesia.

“Nah kita kan kita nggak tahu apakah itu ikan dari Indonesia atau bukan. Ya kan karena Indonesia tidak terlalu ketat untuk mengetahui apakah ikan itu dari laut China Selatan atau bukan. Tapi ya salah satu potensi laut China Selatan itu adalah cumi gitu,” tambahnya.

Baca Juga: Bank Indonesia Target 17 Juta Pedagang QRIS di 2020

Baca Juga: Tensi AS-Iran Turun, Rupiah Diprediksi Menguat

Sumber: Detik.com
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Menkeu: Pemerintah Mewaspadai Resesi Negara Lain
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kaltim Januari-Agustus Capai USD 10,93 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Apple Kehilangan Rp814 Triliun dalam Sehari
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Hipmi Harap Program Pemerintah Harus Tepat Dimanfaatkan
apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Nambah Tempat Nongkrong, Cafe Rumah The Panasdalam Resmi Dibuka
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Terus Menanjak
apahabar.com

Ekbis

Terikat Utang Online Abal-abal, Korban Disuruh Jual Ginjal
apahabar.com

Ekbis

Awal Tahun Baru, Pasar Hanyar Sepi Pembeli
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com