Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah

Intake Belum Pindah, PDAM Batola Ikut Terimbas Asam Sungai Barito

- Apahabar.com Jumat, 10 Januari 2020 - 16:30 WIB

Intake Belum Pindah, PDAM Batola Ikut Terimbas Asam Sungai Barito

Menggunakan intake di Marabahan, air PDAM Batola masih kerap terimbas keasaman Sungai Barito. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Peningkatan keasaman air Sungai Barito, ikut mempengaruhi kualitas produksi PDAM Barito Kuala.

Setidaknya dalam dua pekan terakhir, air Sungai Barito berasa lebih asam. Imbasnya tak kurang 2.580.000 ekor ikan mati dalam 258 keramba jaring apung di Marabahan dan Bakumpai.

Situasi tersebut juga berimbas kepada kualitas produksi PDAM Batola. Tidak sedikit pelanggan yang mengeluhkan kondisi tersebut.

“Keasaman air paling terasa kalau menyikat gigi. Bahkan sampai lidah terasa lebih pendek,” seloroh Akbar, warga Jalan Panglima Wangkang Marabahan.

Sementara PDAM Batola memang mengakui sedikit kesulitan, mengingat kualitas air baku dari intake di Kelurahan Ulu Benteng menurun sejak akhir Desember 2019.

“Asam semakin meningkat seiring peningkatan curah hujan, karena pirit di sungai-sungai kecil ikut terbawa ke Sungai Barito,” jelas Kasubag Umum PDAM Batola, Sadono, Jumat (10/1).

“Namun tentu kami berusaha sesuai prosedur, ketika keasaman meningkat dengan menambah komposisi bahan kimia seperti tawas, kaporit, soda as dan kapur,” sambungnya.

Dibandingkan penanganan air asin di akhir-akhir musim kemarau, keasaman lebih dapat ditanggulangi atau setidaknya dikurangi.

“Kalau kondisi air baku bagus, kimia tidak dipakai semua. Tetapi karena kualitas sumber air baku menurun, komposisi otomatis menyesuaikan,” tegas Sadono.

Keasaman air produksi PDAM Batola ditengah puncak musim hujan, diyakini terus berlanjut hingga beberapa tahun kedepan, seandainya pemindahan pipa intake tidak terealisasi.

PDAM Batola memang sudah mulai merealisasikan pemindahan pipa intake dari Ulu Benteng ke Teluk Tamba di Tabukan. Dibandingkan sumber semula, kualitas air di Teluk Tamba dinilai lebih stabil.

Namun demikian, pemindahan tersebut menghabiskan biaya tak sedikit. Dibutuhkan pipa transmisi sepanjang tidak kurang 30 kilometer dari sumber air ke unit distribusi.

“Proses perubahan intake sudah berjalan separuh dan direncanakan berlanjut sepanjang 2020,” papar Sadono.

“Kami sudah mengekspos pemindahan ini kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk dibantu, karena pengerjaan tahap pertama sepenuhnya dibiayai Pemkab Batola,” tandasnya.

Baca Juga: OTT Komisioner KPU RI: ‘Lampu Kuning’ di Pilkada Serentak Kalsel

Baca Juga: IPKM Meningkat, Dinkes Kalsel Akan Sinergi dengan BKKBN

Baca Juga: Polres HST dan Kodim 1002 Barabai Membaur Tanam Pohon

Baca Juga: Bangun Siring Muara Kelayan, Pedagang Beras Akhirnya Bersedia Lepas Lahan

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jembatan Alalak 1 Ditutup 2 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polres Tala Salurkan 5 Ton Beras dari Kapolri
apahabar.com

Kalsel

Bintang Muda Indonesia Kalsel Dukung AHY
apahabar.com

Kalsel

Jokowi Dilantik, Warga Dayak Tapin Kawal Kondusifitas
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Hari Ini, Kalimantan Selatan Diprediksi Bebas Hujan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Tambah Lagi Daftar Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Rekrut Penyelenggara Ad Hoc, KPU Kalsel Pastikan Ada Seleksi Ketat
apahabar.com

Kalsel

Banjir Rendam Kalsel, Tabalong Paling Parah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com