Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Investasi dari Arab Sebesar USD 20 Miliar Bakal Masuk ke Indonesia

- Apahabar.com Selasa, 7 Januari 2020 - 06:15 WIB

Investasi dari Arab Sebesar USD 20 Miliar Bakal Masuk ke Indonesia

Investasi asing. Foto-VOAISLAM

apahabar.com, JAKARTA – Kabar gembira disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Pemerintah Indonesia akan menerima investasi dari pihak Uni Emirat Arab (UEA) hingga sebesar USD 20 miliar.

Pernyataan itu disebutnya usai menerima kunjungan perwakilan Uni Emirat Arab di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (6/1).

“Tadi persiapan kunjungan Presiden ke UEA, itu angkanya tadi saya lihat bisa USD 20 miliar. Ditandatanganin selama Presiden di sana. Tapi kita masih finalisasi,” ujar Luhut saat ditemui di kantornya.

Adapun perjanjian yang akan diteken mencakup beberapa sektor. Antara lain investasi untuk bidang energi, agrikultur, pendidikan, keuangan, infrastruktur, manufaktur, dan Sovereign Wealth Fund (SWF).

“Sudah mencakup semua itu, termasuk empat (investasi di sektor) petrokimia,” jelas Luhut.

Keempat bentuk investasi Uni Emirat Arab di sektor petrokimia dan petroleum yakni Adnoc ke Pertamina untuk Kilang Balongan, Masdar ke PLN untuk PLTS Cirata, Mubadala ke Pertamina untuk Kilang Balikpapan, dan EGA ke Inalum untuk aluminium smelter di Kalimantan Utara.

Secara jadwal, Luhut melanjutkan, dirinya akan bertolak ke UEA pada Jumat malam, 10 Januari 2020. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menyusul sehari berselang pada Sabtu pagi, 11 Januari 2020.

Luhut pun menyatakan, perjanjian investasi ini dapat terwujud karena faktor kedekatan antara Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Kerajaan UEA, Prince Mohammad bin Zayed.

“Itu sebenarnya karena hubungan pribadi Presiden dengan Prince Mohammad bin Zayed. Kami hanya eksekutor saja,” tukas Luhut.

Baca Juga: Investor Amerika Jajaki Potensi Perhotelan di Pesisir Selatan

Baca Juga: Harga Gas Industri Turun, Menperin: Penerimaan Negara Akan Naik

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit

Ekbis

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit  
apahabar.com

Ekbis

Menaker Pastikan Subsidi Gaji Termin II Cair Mulai Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun ke Rp 1.006.000/Gram
apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Alami Inflasi 0,12 Persen, Intip Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Tuah Guru Sekumpul, Ruang Fitnes pun Jadi Kamar Hotel Berbintang
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis Perdagangan Jasa

Ekbis

Pertamina Didorong Selesaikan Proyek Kilang Minyak di Balikpapan
apahabar.com

Ekbis

Kementerian PUPR Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com