Alhamdulillah, Ribuan Pengungsi di Liang Anggang Mulai Kembali ke Rumah Target Sore Ini, Jembatan Mataraman Kalsel Kembali Bisa Dilewati Banjar Kebanjiran, Duh Buaya Sungai Tabuk Ditinggal Pemilik Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel

Jadi Tersangka Pencabulan, Nasib Gusti Makmur di Ujung Tanduk

- Apahabar.com Senin, 27 Januari 2020 - 20:13 WIB

Jadi Tersangka Pencabulan, Nasib Gusti Makmur di Ujung Tanduk

Bawaslu Kalsel menyampaikan perkara GM. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Nasib Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin Gusti Makmur alias GM benar-benar di ujung tanduk. Selain bakal menjalani proses hukum atas dugaan pencabulan, posisinya sebagai penyelenggara Pemilu untuk Banjarmasin pun terancam hangus.

Itu setelah KPU Kalsel yang mengusulkan pemberhentian sementara status keanggotaan GM ke KPU RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kali ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel turut memperkuat usulan tersebut.

Baca Juga: Sikap KPU Usai Penetapan Gusti Makmur sebagai Tersangka Pencabulan

Komisioner Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie mengaku pihaknya sudah menyimpulkan perkara yang dilakukan GM kepada siswa magang di Banjarbaru beberapa waktu lalu.

Hasil kesimpulan tersebut usai menelusuri dan mengkaji beberapa dua alat bukti dan menunggu surat keputusan dari kepolisian GM naik status menjadi tersangka.

“Besok Selasa (28/1) sudah kita terima surat kepolisian itu dan segera disampaikan ke DKPP berserta alat bukti untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Resmi, Polisi Tetapkan Ketua KPU Banjarmasin Tersangka Pencabulan

Lalu kenapa Bawaslu terlalu lama mengambil sikap? Ia menerangkan Bawaslu tidak bisa tergesa dan mendadak begitu saja dalam mengambil tindakan.

Bawaslu harus hati-hati karena perkara yang dilakukan GM ini lain berkaitan dengan pelanggaran tahapan pemilu dan sejenisnya.

“Kasusnya menyangkut nama baik penyelenggara pemilu dan ada mekanisme tersendiri untuk menanganinya,” imbuhnya.

Komisioner Bawaslu Kalsel, Norhalis Majid menambahkan, kasus yang diterangi GM melanggar peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu.

Diantaranya pasal 1 angka 4, pasal 2, pasal 3, pasal 5 ayat (2) huruf a, pasal 12 huruf a dan huruf b dan pasal 15 huruf a.

“Setelah kita plenokan baru merekomendasikan ke DKPP dan mereka yang memutuskan diberhentikan atau tidak,” tegasnya.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Ketua KPU Banjarmasin Masih Tetap Ngantor

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Tinggalkan Zona Merah Covid-19, Epidemiolog: Andil Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Minibus Guru Danau Terperosok di Kandangan, Air Bag Gagal Fungsi

Kalsel

Pemprov Kalsel Lakukan Pengambilan Sumpah Janji 601 ASN
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Kembali Meledak, Relawan Tala: Bansos Sia-sia
apahabar.com

Kalsel

PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19

Kalsel

Antisipasi Kerumunan, Pantai Gedambaan Kotabaru Diberlakukan Pembatasan Pengunjung
apahabar.com

Kalsel

Subsidi LPG 3 Kg Dicabut, Banjarmasin Siapkan Jurus Jitu
apahabar.com

Kalsel

54 Orang Terjaring Razia Pekat; Kasus Prostitusi Online hingga Pesta Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com