apahabar.com
Garis polisi masih melintang di sekitar jembatan gantung di Desa Babayau, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, yang ambruk pada Sabtu (11/1) sore kemarin. Foto-Istimewa

apahabar.com, PARINGIN – Polisi mulai turun tangan menyelidiki penyebab ambruknya jembatan gantung di Desa Bebayau, Kabupaten Balangan.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait ambruknya jembatan gantung tersebut, untuk sementara masih belum bisa dipastikan apa penyebabnya,” ujar Kasat Reskrim AKP Sakun mewakili Kapolres Balangan, Rabu (15/1) siang.

Sejauh ini, garis polisi telah dibentangkan di lokasi ambruknya jembatan penghubung desa ke kebun warga itu.

Police line, kata Sakun, guna membantu proses kajian proyek dan pengerjaannya jembatan ini.

Informasi dihimpun, jembatan ambruk diduga karena persoalan teknis. Ukuran tali angkur disebut di bawah standar. Tak sesuai dengan panjang atau lebar sungai.

Pembangunan jembatan ini menggunakan dana desa sekitar Rp320 juta. Waktu pengerjaannya mulai Agustus 2019 sampai November 2019 kemarin.

Sementara ini, polisi belum bisa dipastikan apakah ada kejanggalan pada proses pengerjaan jembatan.

“Namun kami masih meminta keterangan para ahli dalam penyelidikan tersebut,” singkat Sakun.

Lantas, belum rampung dibangun, jembatan itu ambruk pada Sabtu (11/1) sore.

Tiga warga, satu di antaranya pekerja jembatan tercebur ke sungai. Pun dengan sebuah sepeda motor.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Para korban disebut hanya mengalami luka ringan.

Kini, warga setempat pun harus hati-hati meniti jembatan darurat yang berada di samping jembatan yang ambruk.

Saat ini, 70 persen dari total penduduk setempat hidup dari kebun karet. Jumlah penduduk Desa Babayau mencapai 659 jiwa.

Dikonfirmasi soal dugaan penyebab ambruknya jembatan, Kepala Desa Babayau Donny mendadak tak bisa dihubungi.

Pun demikian dengan pihak Dinas Pemberdayaan, Masyarakat, dan Desa (DPMD) Balangan.

Sempat bisa dihubungi kemarin malam, Donny mengutarakan pihaknya belum sama sekali membahas dugaan penyebab jembatan ambruk.

Termasuk, jumlah kerugian materiil akibat jembatan ambruk tersebut.

“Ini sama sekali belum kami bahas. Fokus kami pihak pemerintahan Desa Babayau malam hari ini (kemarin) rapat intern mencari solusi ke depan,” ujar dia.

Dari hasil rapat, Donny memastikan pihak terkait menyatakan sepenuhnya bertanggung jawab untuk memperbaiki jembatan yang ambruk.

“Sementara pihak pemerintah desa serta masyarakat akan berswadaya memperbaiki jembatan lama, sementara jembatan baru belum dibangun,” jelas dia.

Selanjutnya, hasil rapat tersebut akan pihaknya sampaikan saat Musyawarah Desa setempat.

Baca Juga: Warga Babayau Swadaya Perbaiki Jembatan Lama

Baca Juga: Warga Desa Bebayau Bertaruh Nyawa Meniti Jembatan Darurat

Reporter: Agus Suhadi
Editor: Fariz Fadhillah