Akhir Februari Seluruh Nakes di Kalteng Sudah Divaksin Covid-19 Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah Kadinkes Banjarmasin Covid-19, Sekretaris Gantikan Lurah Pemurus BREAKING NEWS! Calon Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Meninggal Terpapar Covid-19 Akhirnya, 2BHD Beber Pelanggaran TSM Pilbup Kotabaru dalam Sidang MK

Jenderal AS Sebut Roket Iran Bertujuan Bunuh Personel AS

- Apahabar.com Kamis, 9 Januari 2020 - 13:46 WIB

Jenderal AS Sebut Roket Iran Bertujuan Bunuh Personel AS

Ilustrasi - Serangan roket Iran untuk menciptakan kerusakan besar di pangkalan udara al-Asad di Irak. Foto-jspace.com

apahabar.com, WASHINGTON – Serangan roket Iran pada Rabu (08/01) bertujuan membunuh personel Amerika Serikat.

Serangan itu juga dilancarkan untuk menciptakan kerusakan besar di pangkalan udara al-Asad.

Pernyataan itu diungkapkan pejabat senior militer AS Jenderal Angkatan Darat Mark Milley selaku Ketua Kepala Staf Gabungan.

Ia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Iran akan melancarkan serangan susulan.

“Saya yakin, berdasarkan pada apa yang saya lihat dan saya ketahui, adalah bahwa (serangan itu) ditujukan untuk merusak bangunan, menghancurkan kendaraan, peralatan dan juga pesawat serta untuk menewaskan personel. Itu penafsiran pribadi saya sendiri,” katanya kepada Reuters.

“Namun data analitiknya berada di tangan analis intelijen profesional. Jadi mereka melihat itu,” imbuhnya.

Milley mengapresiasi para komandan militer di lapangan yang telah mengambil langkah tepat untuk melindungi personel AS.

Para pemimpin dunia mendesak Amerika Serikat dan Iran melakukan diplomasi untuk menghentikan konflik mereka di Irak.

Pasukan Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak pada Rabu sebagai balasan atas pembunuhan AS terhadap Jenderal Iran. Hal ini meningkatkan kekhawatiran perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Turki dan Rusia meminta AS dan Iran untuk memprioritaskan diplomasi dan mengurangi ketegangan. Mereka memperingatkan bahwa pertukaran serangan oleh Washington dan Teheran dapat menyebabkan siklus ketidakstabilan baru di wilayah tersebut.

Seruan bersama dikeluarkan dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istanbul.
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan bahwa ia ingin melihat konflik antara Amerika Serikat dan Iran diselesaikan secara damai melalui dialog dan meminta mereka yang terlibat “tidak untuk berperang”.(Ant/Rbk)

Baca Juga: Garuda Alihkan Penerbangan Eropa dari Udara Iran

Baca Juga: Dua Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad

Baca Juga: Serangan Roket Iran, Trump: Tak Ada WN Amerika yang Jadi Korban

Baca Juga: Iran Tak Akan Kirim Kotak Hitam Ukraine Airlines ke Boeing

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pembunuhan Kim Jong-nam, Hakim Malaysia Bebaskan Siti Aisyah

Nasional

Polisi Sebut Ada Saksi Lihat Pria Lempar Molotov ke Masjid di Cengkareng
apahabar.com

Nasional

Ribuan Peserta Meriahkan Karnaval Sasirangan di Ajang BSF
apahabar.com

Nasional

44 Persen Kabupaten/Kota Berisiko Rendah dan Aman Covid-19
apahabar.com

Nasional

Innalillahi, Ibunda Presiden Jokowi Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Indonesia-Bahrain Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi
apahabar.com

Gaya

Simpel, Muat 4 Orang Berkapasitas 266cc Seharga Motor!
apahabar.com

Nasional

Banyak Hoaks yang Membuat Papua Memanas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com