Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya Pencarian Korban Longsor di Batu Bini HSS Kembali Dilanjutkan

Jokowi Minta Para Dubes Fokus Lakukan Diplomasi Ekonomi

- Apahabar.com Kamis, 9 Januari 2020 - 10:49 WIB

Jokowi Minta Para Dubes Fokus Lakukan Diplomasi Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memipin rapat kerja dengan para duta besar dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara Jakarta, Kamis (09/01). Foto-Antara/Hanni Sofia

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para duta besar (dubes) dan perwakilan RI di luar negeri untuk melakukan diplomasi ekonomi karena dianggap sebagai hal yang paling diperlukan Indonesia saat ini.

Jokowi mengatakan dubes mengemban amanah konstitusi sebagai duta perdamaian namun Presiden ingin mereka fokus berdiplomasi ekonomi.

“Kita ingin kita semua fokus pada diplomasi ekonomi, 70-80 persen apa yang kita miliki itu fokusnya di situ di diplomasi ekonomi, karena itulah yang saat ini yang sedang diperlukan negara kita,” kata Jokowi, Kamis (08/01).

Oleh sebab itu, ia menegaskan betapa penting bagi para dubes tersebut memegang peran sebagai duta investasi.

Untuk itu mereka harus mengetahui celah investasi di bidang apa saja sehingga ke depan bisa menjadi prioritas untuk diproduksi.

“Yang pertama bidang-bidang yang berkaitan dengan barang-barang atau produk-produk substitusi impor,” kata Jokowi.

Ia mencontohkan produk petrokimia di Tanah Air sebanyak 85 persen masih impor sehingga jika ingin meningkatkan investasi maka disarankan mencari produk yang berkaitan dengan substitusi impor.

Selain itu yang berkaitan dengan energi karena Indonesia masih banyak mengimpor minyak dan gas (migas).

Batubara misalnya bisa diubah menjadi substitusi LPG di mana LPG di Indonesia sebagian besar bahkan semuanya masih impor.

Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya untuk menemukan investor yang berkaitan dengan upaya pengolahan bahan mentah karena Indonesia kaya dengan bahan mentah sebelum diekspor.

Ia mencontohkan kembali soal mengubah minyak kelapa sawit menjadi avtur karena Indonesia juga masih impor avtur. Di sisi lain juga dengan bidang yang berkaitan dalam soal pengembangan B20, B30 dan B50 bahkan B100.

Hal itu, menurut Jokowi, penting sebagai upaya agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi negara pengekspor bahan mentah tetapi minimal produk setengah jadi. “Kalau kita bisa produksi yang B50 posisi tawar kita bisa naik,” katanya.

Selain hal-hal tersebut, ia juga menekankan pentingnya inovasi dan penetapan key performance indicator (KPI) bagi para dubes dan perwakilan RI di luar negeri sebagai penilaian kinerja mereka terutama dalam mendatangkan investasi.

Pada kesempatan itu hadir para diplomasi, diplomat dan pejabat Kementerian Luar Negeri.(Ant)

Baca Juga: Ulama Sadr: Krisis Irak Sudah Berakhir

Baca Juga: Harimau Diduga Masuk Kampus Unsri, BKSDA Cek Lokasi

Baca Juga: Dua Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad

Baca Juga: Serangan Roket Iran, Trump: Tak Ada WN Amerika yang Jadi Korban

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mahfud MD Beberkan Alasan Batalnya Pertemuan dengan HRS
apahabar.com

Nasional

Kapolda Sultra, Riau dan Papua Dicopot
apahabar.com

Nasional

Jemaah  Haji yang Hilang Karena ke Toilet Masih Belum Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Tercatat 7 Kali Letusan, Status Gunung Merapi Masih Waspada Level II
apahabar.com

Nasional

Bersamaan! Jokowi Pidato Kemenangan, Prabowo Pidato Penolakan
apahabar.com

Nasional

Kontroversi Anji dan Hadi Pranoto, IDI Imbau Influencer Cek Sumber
apahabar.com

Nasional

Penanganan Covid-19, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan dari Kabinet

Nasional

Kemensos Target Salurkan Bansos ke 17.496.185 KPM hingga Akhir Maret
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com