Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap

Jokowi Perintahkan Penghentian Tambang Emas Ilegal di Lebak

- Apahabar.com     Selasa, 7 Januari 2020 - 14:48 WITA

Jokowi Perintahkan Penghentian Tambang Emas Ilegal di Lebak

Banjir Bandang di Lebak. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Gubernur Banten untuk menertibkan penambangan emas secara ilegal yang dinilai menyebabkan perambahan hutan sehingga memicu banjir bandang.

“Kita lihat ini mungkin karena perambahan hutan, karena menambang emas secara ilegal. Tadi saya sudah sampaikan kepada Pak Gubernur, itu dihentikan. Nggak bisa lagi karena keuntungan 1, 2, 3 orang dirugikan karena banjir bandang ini,” kata Jokowi di Kampung Parakan Santri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Banten, Selasa (07/01).

Jokowi telah mengunjungi kawasan terdampak bencana banjir bandang tersebut untuk meninjau upaya bantuan penanganan pasca bencana.

Akibat banjir itu, terdapat setidaknya 23 jembatan dan 19 bangunan sekolah rusak.

Jokowi pun memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelesaikan rekonstruksi fasilitas sarana umum serta sarana pendidikan dalam 3-4 bulan ke depan.

“Rumah yang rusak dilaporkan oleh Bupati tadi ada 1.410. Nanti kami akan data di lapangan secara lengkap bahkan memungkinkan untuk direlokasi karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini, harus direlokasi,” tambah Jokowi.

Untuk lahan bagi relokasi tempat tinggal warga Kabupaten Lebak yang terdampak banjir bandang, Jokowi menjelaskan hal itu akan disiapkan Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Dalam peninjauan ke posko pengungsian di GOR Banjar Irigasi, Presiden memberikan bantuan kebutuhan pangan serta sejumlah buku tulis.

Menurut keterangan Menteri Kesehatan Terawan Agus, rata-rata warga korban banjir bandang menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Di posko pengungsian, pemerintah menyiapkan obat-obatan lengkap maupun fasilitas penyembuhan trauma.(Ant)

Baca Juga:  Jokowi Tinjau Pesantren Terdampak Banjir di Lebak

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksin Pfizer

Nasional

Lagi, Jutaan Dosis Vaksin Pfizer dari AS Tiba Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Catet, Wisata di Togean Belum Dibuka Imbas Covid-19

Nasional

Profil Aida Muslimah, Satu-satunya Tokoh Perempuan Kalsel yang Duduk di Senayan
Terlalu Lama Daring

Kalteng

Mengejutkan, Terlalu Lama Daring Ratusan Pelajar Kalteng Menikah
Kasus Omicron

Nasional

Kasus Omicron di Indonesia Tembus 414 Kasus

Nasional

Demo Buruh Hari ini: Tagih THR hingga Minta Cabut UU Ciptaker
apahabar.com

Nasional

KPK Ungkap Modus Anggaran Covid-19 Diselewengkan untuk Kepentingan Pilkada
Reuni 212

Nasional

Satgas Covid-19 Tak Keluarkan Rekomendasi, Reuni 212 Akan Digelar di Masjid Az-Zikra Sentul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com