Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang

Jual Obat Pertanian Ilegal, Polres HSU Gerebek UD Maju Bersama

- Apahabar.com Sabtu, 4 Januari 2020 - 13:07 WIB

Jual Obat Pertanian Ilegal, Polres HSU Gerebek UD Maju Bersama

Ilustrasi-Petani menyiram tanaman padi menggunakan pestisida. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Toko UD Maju Bersama yang terletak di  Desa Tayur RT 02 No 39 Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), digerebek polisi setempat pada Kamis (02/01) kemarin.

Pasalnya, toko milik H Murjani alias Haji Jani itu ditengarai menjual atau memperdagangkan obat pertanian ilegal dan diduga kadaluarsa.

Di lokasi, anggota Polres Hulu Sungai Utara menemukan 23 botol merek Biophon, 37 botol Fertileg, 3 botol Green-Tama, 10 botol Mark Up dan 1 jerigen isi 20 liter merek Mark UP.

Selain itu turut ditemukan barang bukti lainnya berupa 1 Manuver, 2 buah takaran dari plastik, 1 buah kemasan ulang isi satu liter dan 48 botol berisikan obat setengah liter.

Kasat Reskrim Polres HSU Iptu Komaruddin mengatakan, Haji Jani menjalankan usaha terlarangnya sejak setahun terakhir. Ia mengaku tergiur untung banyak dari bisnisnya itu.

“Pelaku mendapatkan barang-barang tersebut dengan mudah. Dia mengaku membeli dari sales langganannya. Terkait berapa keuntungan dan harga jualnya, masih kami dalami,” ucap Komaruddin kepada apahabar.com melalui pesan whatsapps, Sabtu (04/01) pagi.

Modus yang dilakukan Haji Jani adalah mengemas ulang cairan berbahaya itu dalam botol plastik bekas air mineral ukuran 1,5 liter. Setiap botol, berisi 1 liter racun rumput atau insektisida.

“Jadi untuk mengalihkan perhatian, pelaku mengemas ulang cairan mematikan itu dalam botol bekas air mineral. Setiap botol dia isi 1 liter cairan insektisida,” terangnya.

Di balik manfaatnya yang besar bagi peningkatan produksi pertanian, terselubung bahaya yang mengerikan. Tak bisa dipungkiri, bahaya  insektisida semakin nyata dirasakan masyarakat, terlebih akibat penggunaan insektisida yang tidak bijaksana.

“Karena banyak petani beranggapan semakin banyak menggunakan insektisida maka makin bagus hasilnya padahal bisa menyerang non target (hama serangga yang dituju) semisal penggunaan berlebih bisa membunuh burung dan mahkluk lain bahkan membahayakan petani itu sendiri,” ungkap Komaruddin.

Sebenarnya, kata Kasat Reskrim, petunjuk penggunaan telah disediakan dalam label kemasan insektisida. Hanya saja petani  terkadang mengabaikan atau kurang memperhatikan akan pentingnya memahami isi label meskipun hal tersebut penting bagi keselamatan mereka sendiri.

“Label ini menjelaskan racun apa yang terkandung di dalamnya, bagaimana mencampur dan ukuran pakai, bagaimana mengatasi jika terjadi keracunan, seberapa kuat racunnya, dan berapa lama harus menunggu setelah disemprot sampai orang aman memasuki lahan. Sedangkan kasus yang menjerat Haji Jani ini, barang dagangannya terindikasi tidak berlabel. Ini tentu berbahaya dan dilarang,” bebernya.

Akibat perbuatannya, Haji Jani terancam Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) Huruf g dan i UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 110 jo pasal 104 UU RI no 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

“Ancamannya 5 tahun penjara,” tandas Komaruddin.

apahabar.com

Pelaku dan barang bukti obat pertanian ilegal. Foto-Istimewa

Baca Juga: Gedung DPRD Banjar Pun Difungsikan untuk Penginapan Jamaah Haul Guru Sekumpul

Baca Juga: Mulai Bergerak, Sudian Noor Nongkrong Bareng Milenial di Siring Kotabaru

Baca Juga: Sekda Pastikan dalam Waktu Dekat Dokter Spesialis Anak Ada di Kotabaru

Baca Juga: Konflik Tanah Warga Sukamaju Berlanjut, DPRD Banjarbaru Coba Menengahi

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Srikandi Dalam Bursa Pencalonan Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Polisi Stop Laporan Anang Rosadi Terhadap Wali Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Stok Bahan Pokok di Banjarmasin Dipastikan Aman
apahabar.com

Kalsel

Simak Kisah Berlian Sultan Adam Jatuh ke Pangkuan Negeri Kincir Angin
apahabar.com

Kalsel

Usai Diduduki Pol PP, PNS BKD di Banjarmasin Tetap Bekerja
apahabar.com

Kalsel

Duh! Positif Covid-19 Tanbu Kembali Bertambah 10 Orang
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Tiga PSK Digaruk Satpol PP Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Adaptasi Kebiasaan Baru Tanah Laut, Polisi: Perkuat Imun dengan Mengonsumsi Vitamin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com