apahabar.com
Wajib belajar 12 tahun menjadi angan-angan indah bagi Vera dan Annisa, dua kakak-adik salah satu siswi Madrasah di Balangan ini. apahabar.com/Agus Suhadi

apahabar.com, PARINGIN – Wajib belajar 12 tahun menjadi angan-angan indah bagi dua siswi di Balangan ini.

Di usianya yang belia, Vera dan Annisa harus bersusah payah untuk bersekolah.

Mereka mesti menyisihkan waktu belajarnya untuk mengajar anak-anak di Desa Layap, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan mengaji.

Saat ini, keduanya merupakan siswi kelas 10 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Balangan.

Hebatnya, keduanya juga guru di Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Yayasan Al Hasaniyah Desa Layap Kecamatan Paringin.

Setiap Jumat, Sabtu dan Minggu mulai pukul 15.00 mereka mengajar demi biaya sekolah.

Wajar saja, sebab Annisa hanya tinggal bersama sang nenek. Sementara, Vera tinggal bersama sang ibu.

Mereka berdua tinggal di Desa Kalahiang, Kecamatan Paringin.

“Dalam seminggu hanya ada 3 hari kami membantu mengajar di TPA Al-Hasaniyah, itu pun kami lakukan saat pulang sekolah,” ucap Annisa ditemui di sela ekstrakurikuler Pramuka di MAN 2 Balangan, Sabtu (18/1).

Jadi guru mengaji, Annisa yang bercita-cita ingin menjadi seorang ustazah ini bertekad tidak ingin membebani sang nenek.

Vera juga mengatakan hal demikian. Ia bersama Annisa sudah 4 bulan menjadi pembantu guru TPA dengan dibayar ratusan ribu per bulannya. Menurut mereka itu cukup untuk biaya sekolah, dan belanja sehari- hari.

“Allahmdulillah dengan menjadi guru bantu di TPA saya bisa memenuhi kebutuhan sekolah dari beli alat tulis hingga yang lainnya,” ungkapnya Vera, anak petani itu.

Mereka berharap suatu saat nanti ketika lulus ingin kuliah dengan biaya sendiri dan ingin mewujudkan cita-cita menjadi ustazah.

Baca Juga: Awas, Desa Inan Balangan Banyak Jalan Berlubang

Baca Juga: Musim Hujan di Balangan, Warga Diminta Waspada Bahaya Kencing Tikus

Reporter: Agus Suhadi
Editor: Fariz Fadhillah