apahabar.com
Gelaran diskusi Narcotics Education, yang diinisiasi KNPI Kalsel dan Komunitas Roemah Pelita Banjarmasin, Sabtu (11/1) malam. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian BNN dan Universitas Indonesia (UI), pada 2014-2017 lalu, Kalsel berada di urutan keenam angka penyalahgunaan narkoba se Indonesia.

Meski begitu, BNN masih belum memperoleh angka terbaru penyalahgunaan narkoba tahun 2018. Karena masih menunggu rilis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tingginya penyalahgunaan narkoba menjadi sorotan DPD KNPI Kalsel bersama salah satu komunitas di Banjarmasin, yakni Komunitas Roemah Pelita.

Mereka mengimbau agar para pemuda ikut serta mencegah peredaran narkoba di Kalsel.

Upaya itu dilakukan melalui Narcotics Education untuk kalangan mahasiswa dan mahasiswi di Banua, sebutan Kalsel.

“Kami menyambut baik dan terus mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan salah satu komunitas yang ada di Banjarmasin,” ucap Sekretaris DPD KNPI Kalsel, Muhammad Yusuf kepada, Sabtu (11/1) malam.

Menurutnya, bahaya penyalahgunaan narkoba di Kalsel sudah sangat luar biasa. Khususnya di kalangan pemuda dan pelajar.

Sehingga, penting kiranya untuk memberikan pendidikan terkait bahaya laten penyalahgunaan narkoba.

“Mari kita nyatakan perang terhadap narkoba. Karena masa depan bangsa ada di tangan pemuda,” tegasnya.

Adapun, dalam kesempatan itu Komunitas Roemah Pelita yang diwakili Muhammad Kamal dan Bharata Ariedona memaparkan tentang bahaya yang ditimbulkan akibat narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.

Di akhir kegiatan, juga dilakukan sharing tentang narkoba dan peranan pemuda dalam penanggulangannya di Kalsel.

Baca Juga: Resolusi 2020, KNPI Ingin Banjarmasin Kembali Kota Layak Pemuda

Baca Juga: Tantangan Pemuda Kian Berat, Ibnu Sina: Jangan Sampai Ciut!

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin