Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Kaltara

Senin, 6 Januari 2020 - 09:13 WIB

Kaltara Gagas Forum Komunikasi Siaga Bencana

nazmudin - Apahabar.com

Personel TNI saat membantu menangani rumah terdampak gempa bumi di Tarakan Kalimantan Utara, Desember 2015 silam. Foto-Liputan6

Personel TNI saat membantu menangani rumah terdampak gempa bumi di Tarakan Kalimantan Utara, Desember 2015 silam. Foto-Liputan6

apahabar.com, TANJUNGSELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie, menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Kaltara agar membentuk Forum Komunikasi Siaga Bencana.

Ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Kaltara. Demikian disampaikan Gubernur, menyikapi kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah Tanah Air.

Di mana menurut prakiraan cuaca, musim penghujan di Kaltara bakal terjadi hingga Maret mendatang. Sehingga bisa dimungkinkan terjadinya banjir.

“Nantinya, forum itu ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI/Polri, pihak swasta dan akademisi,” jelas Irianto.

Gubernur mengungkapkan melalui Whatsapp (WA) akhir Desember 2019 lalu, dirinya bersama para gubernur lainnya telah menerima pesan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Isinya terkait kewaspadaan terhadap cuaca musim penghujan seperti sekarang.

Kepada seluruh gubernur, kata Irianto, Mendagri menginstruksikan untuk membuka Posko Monitor Ramalan Cuaca dan menyiapkan segala sesuatu bila terjadi keadaan kontijensi.

Diinformasikan juga, sesuai prakiraan BMKG hujan dengan intensitas tinggi akan berlanjut sampai dengan Februari – Maret 2020.

“Menindaklanjuti WA dari Pak Mendagri tersebut, saya telah instruksikan kepada Sekda dan seluruh jajaran terkait di lingkup Pemprov Kaltara untuk segera melakukan koordinasi. Termasuk dengan lintas sektor, seperti TNI/Polri, juga dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Lakukan langkah antisipasi dan persiapan mitigasi yang diperlukan, sebagai persiapan dini jika terjadi musibah di wilayah kita,” ujar Gubernur.

Baca juga :  Stabilitas Harga di Perbatasan, Toko Indonesia Ditarget Rampung Tahun Ini

Masih berdasarkan imbauan Mendagri tersebut, Gubernur mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Bupati/Walikota dan semua pihak (Parpol, Ormas, Perusahaan/BUMN/BUMD/Swasta, dan Masyarakat) se-Kaltara, untuk waspada dan siaga bencana alam, khususnya banjir.

“Tak hanya edaran, saya minta dilengkapi dengan data prakiraan cuaca dari BMKG hingga 3 bulan ke depan untuk wilayah Kaltara,” ucap Irianto.

Sebagai upaya pencegahan terjadinya banjir, selain siaga terhadap bencana, kepada masyarakat, Gubernur juga meminta agar selalu melakukan pembersihan drainase saluran air di lingkungan masing-masing.

“Jika terjadi bencana banjir, saya harapkan masyarakat segera melaporkannya ke instansi berwenang, yakni call center BPBD Kaltara yang telah di-publish di sejumlah media,” ungkap Gubernur.

Irianto mengungkapkan berdasarkan laporan, BPBD Kaltara telah melakukan pemetaan prediksi banjir di Kaltara. Selain di Tanjung Selor yang berpotensi terjadi banjir saat musim hujan, wilayah lainnya juga demikian. “Meskipun banjirnya hanya karena hujan,” sebutnya.

Termasuk juga di beberapa wilayah kecamatan lainnya di perbatasan dan pedalaman provinsi termuda Indonesia ini. Di antaranya, seperti di daerah Sembakung, Lumbis, dan Mansalong, Kabupaten Nunukan. Sejauh ini memang belum ada terlihat curah hujan yang terlalu tinggi. Artinya, kondisi cuaca masih terbilang normal. Hanya saja, kewaspadaan harus tetap ada untuk mengantisipasi sewaktu-waktu hal itu terjadi.

Baca juga :  Nelayan di Kaltara Bakal Dapat Ribuan Alat dan Puluhan Kapal Tangkap Ikan

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Muhammad Pandi mengungkapkan kesiapan sebagai upaya antisipasi jika terjadi banjir yang sejauh ini BPBD Kaltara sudah siapkan.

Peralatan yang dimiliki sudah cukup memadai. Bahkan sudah dibentuk desa tangguh bencana yang di dalamnya terdiri dari para relawan bencana.

“Di sini kita juga mengimbau kepada BPBD kabupaten/kota agar terus melakukan sosialisasi mengenai bahayan bencana, terutama bencana banjir dan tanah longsor kepada masyarakat,” serunya.

Hanya saja, lanjut Pandi, perlu juga diketahui bahwa BPBD Kaltara sifatnya hanya mem-backup. Artinya bukan yang bertindak sebagai yang utama. Karena jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang utama di sini adalah kabupaten/kota.

Pastinya, jika terjadi bencana banjir, beberapa hal yang dilakukan oleh pihaknya di antaranya fokus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada persoalan yang tidak tertangani, serta menyaipkan titik evakuasi.

Terpenting, kesiapsiagaan menghadapi setiap bencana oleh seluruh elemen masyarakat. Mengingat, bencana tidak hanya jadi tanggung jawab pemerintah dan aparat semata. Namun semua pihak di Kaltara turut berperan. Hal yang dapat dilakukan dengan mengurangi resiko bencana, agar tidak menimbulkan korban jiwa. (Hms)

Baca Juga: Waspada Bencana, Kaltara Mulai Siapkan Logistik

Baca Juga: Musim Hujan, Warga Barito Selatan Diminta Waspada Petir

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Kawasan Industri Kaltara Terhambat Rencana Tata Ruang Wilayah
apahabar.com

Kaltara

Siap Gelar UNBK, Gubernur Kaltara Imbau Siswa
apahabar.com

Kaltara

Pilkada 2020, PDIP Kaltara Mulai Buka Pendaftaran
apahabar.com

Kaltara

Mudik Lebaran 2019, Penumpang Pesawat di Kaltara Turun
apahabar.com

Kaltara

Waspada Bencana, Kaltara Mulai Siapkan Logistik
apahabar.com

Kaltara

Ongkos Angkutan Udara Picu Inflasi di Kalimantan Utara
apahabar.com

Kaltara

Ratusan Warga di Kaltara Bakal Terima Bantuan Rehab
apahabar.com

Kaltara

Tak Sampaikan LPJ, Siap-Siap Tak Dapat Bantuan